Armada kemanusiaan bersiap berangkat ke Gaza dari Barcelona, Spanyol, Minggu (12/4/2026). Foto: Albert Gea/REUTERSFlotilla kedua pembawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza dijadwalkan berlayar dari Barcelona, Spanyol, pada Minggu (12/4), dalam upaya menembus blokade Israel.Misi ini menjadi gelombang lanjutan setelah upaya pertama sebelumnya digagalkan militer Israel dan berujung penangkapan ratusan aktivis.Dikutip dari Reuters, sekitar 30 kapal akan bertolak dari pelabuhan di Barcelona membawa bantuan medis dan logistik dalam misi "Global Sumud Flotilla". Sejumlah kapal lain juga diperkirakan akan bergabung sepanjang perjalanan menuju Palestina.Israel, yang mengontrol seluruh akses ke Jalur Gaza, membantah menahan pasokan bagi lebih dari dua juta penduduk. Namun, warga Palestina dan lembaga kemanusiaan internasional menilai bantuan yang masuk masih belum mencukupi, meski gencatan senjata sejak Oktober mencakup jaminan peningkatan distribusi.Aktor Liam Cunningham yang mendukung aksi ini menyebut keberadaan flotilla justru menunjukkan kegagalan pemerintah dalam memenuhi kewajiban kemanusiaan."Setiap kilogram bantuan di kapal-kapal ini adalah sebuah kegagalan, orang-orang ini melakukan apa yang seharusnya menjadi kewajiban hukum pemerintah mereka," ujarnya kepada Reuters.Armada kemanusiaan bersiap berangkat ke Gaza dari Barcelona, Spanyol, Minggu (12/4/2026). Foto: Albert Gea/REUTERSSementara itu, aktivis Palestina Saif Abukeshak menegaskan tujuan utama misi tersebut adalah membuka jalur bantuan ke Gaza."Ini adalah misi yang bertujuan membuka koridor kemanusiaan agar organisasi bantuan bisa masuk," katanya.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa dalam konflik bersenjata, negara tetap wajib menjamin akses aman terhadap layanan medis bagi warga sipil.Upaya flotilla pertama pada Oktober lalu gagal setelah sekitar 40 kapal dihentikan militer Israel. Dalam insiden itu, aktivis asal Swedia Greta Thunberg dan lebih dari 450 peserta lainnya ditangkap.Sejumlah aktivis dari Swiss dan Spanyol juga mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi saat ditahan, meski tuduhan tersebut dibantah oleh pihak Israel.