Ilustrasi pesawat terbang. Foto: ShutterstockSaat naik pesawat, kamu mungkin pernah mendengar imbauan soal penumpang yang dilarang mengambil ponsel, laptop, atau perangkat elektronik lain yang jatuh ke sela-sela kursi pesawat. Terutama jika perangkat elektronik tersebut menggunakan baterai lithium-ion. Meski terkadang bisa meraihnya secara langsung, kamu diimbau untuk meminta bantuan pramugari atau awak kabin untuk mengambilnya. Ini alasannya. Ilustrasi penumpang pesawat. Foto: MsEmerald/ShutterstockDilansir Reader Digest, Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat atau Federal Aviation Administration menyarankan penumpang segera memberi tahu pramugari atau awak kabin agar perangkat dapat diambil dengan aman.Menurut FAA, awak kabin telah dilatih memahami berbagai desain kursi pesawat dan mengetahui cara aman menjangkau ruang sempit tanpa menimbulkan risiko tambahan.ilustrasi penumpang pesawat Foto: shutterstock Selain itu, penumpang juga diminta segera melapor jika perangkat menunjukkan tanda-tanda bermasalah, seperti panas berlebih, mengembang, mengeluarkan asap, atau terbakar.“Awak penerbangan telah dilatih mengenali dan menangani kebakaran baterai lithium-ion di dalam kabin,” tulis FAA dalam keterangannya.Baterai Perangkat ElektronikBaterai lithium-ion memang banyak digunakan pada ponsel, laptop, power bank, hingga kursi roda elektrik. Namun jika rusak atau tertekan, baterai jenis ini berpotensi memicu panas ekstrem hingga kebakaran.Dalam sejumlah kasus, pramugari biasanya menangani perangkat bermasalah dengan memasukkannya ke dalam kantong pelindung termal khusus untuk mencegah api menyebar.Ilustrasi pesawat yang hendak mendarat. Foto: ShutterstockLangkah serupa pernah dilakukan dalam penerbangan Delta Air Lines rute Los Angeles menuju New Orleans, ketika baterai lithium-ion milik kursi roda penumpang mengalami panas berlebih.Para ahli keselamatan penerbangan menegaskan, jika perangkat jatuh ke sela kursi, jangan mencoba mengambilnya sendiri dengan menekan kursi atau menggunakan benda logam. Tekanan berlebih dapat merusak baterai dan memicu korsleting.Karena itu, bantuan awak kabin menjadi pilihan paling aman untuk mencegah insiden yang lebih serius selama penerbangan.