BPBD DIY: Agustus Puncak Kemarau, Juli-September Rawan Kekeringan

Wait 5 sec.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparanMusim kemarau tahun ini di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi akan lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya.Mengantisipasi kekeringan, sejumlah kabupaten di provinsi ini telah menyiapkan sejumlah langkah salah satunya menyiapkan tangki air untuk distribusi air bersih."Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dengan periode rawan kekeringan pada Juli-September 2026," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata saat dikonfirmasi, Selasa (14/4).Ruruh mengatakan dari hasil rapat koordinasi dalam menghadapi potensi bencana kekeringan 2026, berdasarkan prediksi BMKG di Yogyakarta musim kemarau akan dimulai pada dasarian III April dan sebagian wilayah pada dasarian I Mei."Musim kemarau tahun 2026 diprediksi lebih panjang dengan potensi pengaruh El Nino lemah hingga moderat," ujarnya.Ilustrasi musim kemarau. Foto: Shutter Stock"Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan meteorologis, hidrologis, pertanian, serta berdampak terhadap ketersediaan air bersih masyarakat," katanya.Lanjut Ruruh, dalam rapat tersebut Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah menyatakan kesiapan menghadapi kemarau. Contohnya Dinas Sosial DIY yang menyiapkan dukungan distribusi air bersih sebanyak 50 tangki air serta mendukung kesiapan lumbung sosial.BPBD di kabupaten juga telah bersiap. Contohnya BPBD Gunungkidul yang telah menyiapkan 1.500 tangki air untuk bulan Juni mendatang."Mereka juga melakukan koordinasi dengan kapanewon (kecamatan) terkait dengan pemetaan kondisi lapangan," kata Ruruh.Sementara itu BPBD Bantul menurut Ruruh telah menyiapkan 400 tangki air. BPBD Kulon Progo juga tengah mengoptimalkan pemanfaatan sumur dangkal dan sumur bor.Selain distribusi air bersih, BPBD Sleman juga mempersiapkan mekanisme distribusi akan menggunakan skema Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila diperlukan.