Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa wacanakan pajak kapal di Selat Malaka menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Rabu (22/4). Selain itu, Purbaya mencopot 2 Dirjen Kemenkeu. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Purbaya Mau Pajaki Kapal yang Lewat Selat MalakaPurbaya mempertimbangkan potensi penerapan pajak bagi kapal yang melintas di Selat Malaka, merujuk pada praktik yang dilakukan Iran di Selat Hormuz. Gagasan ini muncul dari pandangan bahwa posisi strategis Indonesia dalam jalur perdagangan dan energi global belum dimanfaatkan secara optimal untuk memperoleh keuntungan dari pematokan harga saat kapal melewati jalur vital tersebut.Purbaya mengestimasi bahwa skema serupa di Selat Malaka berpotensi menghasilkan pemasukan yang signifikan. Pendapatan tersebut dapat dibagi rata atau proporsional berdasarkan panjang area yang dilalui di antara tiga negara yang berbatasan: Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Indonesia dan Malaysia diperkirakan akan mendapatkan porsi lebih besar.Meski demikian, Purbaya menekankan Indonesia bukan negara yang akan semata-mata memanfaatkan selat atau jalur perdagangan untuk menambah pendapatan negara, menunjukkan adanya pertimbangan etis dan diplomatik dalam implementasi kebijakan ekonomi semacam ini.Kapal Tanker di Selat Malaka. Foto: apiguide/ShutterstockCopot 2 Dirjen di Kemenkeu: Febrio Kacaribu dan Luky AlfirmanMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi pemberhentian Febrio Nathan Kacaribu dari jabatan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, serta Luky Alfirman dari posisi Dirjen Anggaran. Keputusan ini efektif sejak Selasa (21/4), dengan penunjukan pelaksana harian (Plh) yang telah aktif menggantikan mereka.Purbaya menyatakan bahwa Febrio dan Luky untuk sementara waktu belum diberikan tugas baru, sembari Menteri Keuangan mengkaji penempatan yang paling sesuai dengan kompetensi keduanya di masa mendatang. Perubahan ini menandai rotasi penting dalam struktur kepemimpinan eselon I di Kementerian Keuangan.Dengan pencopotan Febrio dan Luky, kini terdapat tiga posisi dirjen strategis di Kementerian Keuangan yang kosong. Sebelumnya, posisi Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan juga kosong setelah Masyita Crystallin mendapatkan mandat baru di PT Danantara Investment Management (Persero). Purbaya menargetkan akan segera menyeleksi kandidat dan melaporkan nama-nama terpilih kepada Presiden Prabowo Subianto pada awal atau pertengahan Mei.