Ilustrasi matahari terbit. Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOPolisi mengungkapkan aktivitas pria berinisial GFS (26) sebelum ditemukan tewas di atas batu karang di tepi Pantai Gau atau dasar Tebing Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (19/4) lalu.Berdasarkan hasil rekaman kamera pengawas di sekitar kos, korban terlihat keluar dari kos dengan mengendarai sepeda motor seorang diri pada Minggu (19/4) sekitar pukul 04.00 WITA.Sementara itu, berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar Pantai Melasti, korban tiba di pintu masuk pada pukul 05.43 WITA. Korban kemudian berjalan kaki menuju pantai pada pukul 05.55 WITA."Di Pantai Melasti arah ke laut terpantau seseorang berjalan sendiri, diduga korban, menyusuri pinggir pantai hingga menuju tebing saat air laut surut," kata Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Rabu (22/4).Sewa Rental Motor untuk Lihat SunriseGede Adi mengatakan, korban menyewa sepeda motor yang digunakan sebagai alat transportasi ke Pantai Melasti. Berdasarkan keterangan pemilik rental, korban mengaku menyewa motor untuk melihat matahari terbit (sunrise)."Korban mengatakan (kepada pemilik rental) memang sengaja pagi mau pergi ke Pantai Melasti untuk melihat matahari terbit," katanya.Di sisi lain, berdasarkan keterangan ibu korban, korban sempat memposting suasana pemandangan laut dan tebing di pinggir laut pada Minggu (19/4) sekitar pukul 08.00 WITA. Korban diketahui tidak bisa berenang.Proses evakuasi temuan mayat tanpa identitas di tebing Pecatu, Bali. Foto: Dok. Basarnas BaliPenyidik belum dapat memastikan apakah korban terjatuh atau terseret arus."Korban belum diketahui pasti mandi atau terjatuh. CCTV yang didapat dari beberapa tempat memperlihatkan diduga korban berjalan sendirian menyisir pantai ke arah barat. Dari story korban yang sempat dilihat pihak keluarga, korban sempat memposting sedang berada di tengah laut di atas bebatuan, dan air laut tampak mulai membesar," katanya.Merespons hal ini, pihak keluarga menyatakan menerima kematian korban dengan ikhlas dan tidak mengajukan permohonan autopsi. Pihak keluarga berencana membawa jenazah korban pulang untuk disemayamkan."Peristiwa ini merupakan sebuah musibah bagi keluarga. Mereka membuat surat pernyataan tidak melakukan autopsi dan jenazah akan segera dibawa pulang untuk disemayamkan," katanya.