Aksi Demonstrasi Berlangsung Damai, Kapolda Kaltim Kedepankan Pendekatan Humanis

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Kegiatan unjuk rasa yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan mahasiswa di Kota Samarinda pada Selasa (21/4/2026) berlangsung dalam suasana tertib dan terkendali. Sejak awal hingga berakhirnya aksi, situasi di sejumlah titik terpantau aman tanpa gangguan berarti, mencerminkan koordinasi yang baik antara peserta aksi dan aparat pengamanan.Kondisi kondusif tersebut tidak lepas dari sikap kooperatif para demonstran yang menyampaikan aspirasi secara damai. Aparat kepolisian pun memberikan apresiasi atas kedewasaan peserta aksi dalam menjaga ketertiban umum selama kegiatan berlangsung.Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Endar Priantoro, menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aksi tersebut. Ia menilai pelaksanaan unjuk rasa kali ini menjadi contoh penyampaian pendapat yang berjalan sesuai aturan.“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh masyarakat, mahasiswa, serta peserta aksi, karena kegiatan hari ini dapat berlangsung secara tertib dan damai,” ujarnya.Ia menerangkan bahwa aspirasi yang disuarakan massa telah diterima oleh lembaga legislatif di DPRD Kalimantan Timur. Selain itu, penyampaian tuntutan di kawasan Kantor Gubernur juga telah diketahui dan dipantau oleh pemerintah provinsi.“Seluruh aspirasi telah diterima oleh pimpinan DPRD, dan penyampaian di Kantor Gubernur juga telah terpantau. Secara umum, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik,” jelasnya.Kapolda juga menegaskan bahwa hingga malam hari, situasi keamanan tetap terjaga tanpa adanya insiden yang menimbulkan korban ataupun gangguan serius. Hal ini menjadi indikator keberhasilan dalam pengamanan aksi.“Tidak terdapat korban luka maupun gangguan kesehatan selama kegiatan berlangsung. Seluruh proses berjalan sesuai dengan standar operasional yang berlaku,” katanya.Meski demikian, ia mengakui bahwa terdapat sejumlah peserta aksi yang sempat diamankan untuk keperluan pemeriksaan. Namun, langkah tersebut dilakukan dengan pendekatan yang lebih mengedepankan sisi kemanusiaan.“Beberapa orang diamankan untuk proses pemeriksaan. Penanganannya akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan. Apabila tidak bersifat serius, maka akan diarahkan pada pembinaan,” tegasnya.Pendekatan tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari strategi kepolisian yang mengutamakan langkah preventif dan persuasif selama situasi masih dapat dikendalikan tanpa tindakan represif.Terkait kemungkinan aksi lanjutan, pihak kepolisian menyatakan belum menerima informasi resmi. Namun demikian, aparat tetap siap memberikan pengamanan apabila kegiatan serupa kembali dilaksanakan.“Penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara. Tugas kami adalah memastikan kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” tuturnya.Ia juga mengingatkan agar setiap bentuk penyampaian pendapat dilakukan secara bijaksana serta tetap menghormati ketertiban umum.“Apabila terdapat aksi lanjutan, diharapkan dapat dilakukan dengan cara yang santun dan tidak menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.Mengenai keberadaan Gubernur Kalimantan Timur saat aksi berlangsung, Kapolda memastikan bahwa yang bersangkutan berada di kantor. Namun, tidak terjadi pertemuan langsung karena tidak ada perwakilan massa yang masuk untuk berdialog.“Gubernur berada di kantor pada saat aksi berlangsung. Namun, tidak ada audiensi karena tidak terdapat perwakilan massa yang mengajukan pertemuan,” jelasnya.Aksi unjuk rasa 21 April ini dinilai menjadi gambaran positif tentang bagaimana aspirasi publik dapat disampaikan tanpa mengganggu stabilitas daerah. Sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan menjadi faktor utama dalam menjaga situasi tetap kondusif.Kapolda pun berharap kondisi yang tercipta dapat terus dipertahankan dan menjadi acuan dalam pelaksanaan aksi serupa di masa mendatang.“Harapan kami, situasi damai dan tertib ini dapat terus terjaga, sehingga setiap aspirasi dapat disampaikan dengan baik,” pungkasnya. (*)