Benarkah Zat Besi Tak Lagi Penting Setelah Usia 2 Tahun? Foto: ShutterstockBanyak orang tua mengira bahwa setelah anak melewati usia 2 tahun, kebutuhan zat besi tidak lagi sepenting saat bayi. Padahal, meskipun laju pertumbuhan tidak secepat sebelumnya, tubuh anak tetap membutuhkan zat besi lho, Moms.Menurut Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi, dr. Lucky Yogasatria Sp.A, anak di atas usia 2 tahun tetap memerlukan zat besi, hanya saja tidak lagi diberikan setiap hari seperti pada usia di bawah 2 tahun.“Setelah anak dua tahun, tertulis tuh, ada tetap diberikan, tapi tidak setiap hari,” kata dr. Lucky dalam acara peluncuran kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas di Jakarta Selatan, Selasa (14/4).Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi, dr. Lucky Yogasatria Sp.A di Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparanPola Pemberian Zat Besi untuk Anak di Atas 2 TahunUntuk anak di atas 2 tahun, rekomendasinya adalah diberikan 2 kali seminggu selama 3 bulan. Pemberian ini perlu diulang setiap tahun.Ada beberapa alasan utamanya, yakni:1. Ukuran lambung anak sudah lebih besar, sehingga mampu menampung asupan makanan yang lebih beragam.2. Kebutuhan zat besi menurun, dari sekitar 11 mg pada usia di bawah 2 tahun menjadi sekitar 7–8 mg setelahnya.Ilustrasi memberi bayi zat besi. Foto: Shutterstock“Karena di bawah 2 tahun, otaknya lebih cepat-cepat berkembang. Zat besinya lebih butuh tinggi-tingginya,” tegasnya.Sumber Zat Besi AlamiKebutuhan zat besi bisa dipenuhi dari makanan sehari-hari, seperti:Ilustrasi hati ayam. Foto: Shutter Stock-Hati ayam-Hati sapi-Daging ayam-Daging sapiNamun, karena kebutuhan zat besi tetap cukup besar dan tidak selalu terpenuhi dari makanan saja, suplementasi tetap dianjurkan sebagai langkah pencegahan.