Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi, dr. Lucky Yogasatria Sp.A di Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparanZat besi dikenal sebagai nutrisi penting untuk tumbuh kembang anak, terutama dalam mendukung pembentukan sel darah merah dan perkembangan otak. Namun, seperti halnya nutrisi lain, kelebihan zat besi juga bisa berdampak tidak baik bagi kesehatan.Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi, dr. Lucky Yogasatria Sp.A, menjelaskan bahwa zat besi memiliki sifat oksidatif. Ini artinya, zat besi dapat memicu peradangan dalam tubuh jika jumlahnya berlebihan. Inilah yang membuat pemberian zat besi tidak boleh sembarangan dan harus sesuai kebutuhan.“Memang zat besi ini agak-agak repot. Dia itu bersifat oksidatif, berarti meradang. Kalau berlebihan, dia bisa meradang,” ucapnya dalam acara peluncuran kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas di Jakarta Selatan, Selasa (14/4).Dampak Kelebihan Zat BesiIlustrasi memberi bayi minum zat besi Foto: ShutterstockJika anak mengalami kelebihan zat besi dalam jangka waktu lama, beberapa gangguan yang bisa terjadi antara lain:1. Gangguan hati (liver)Penumpukan zat besi dapat merusak fungsi hati.2. Masalah pada jantungKontraksi jantung bisa terganggu akibat kelebihan zat besi.3. Gangguan sistem hormonTermasuk masalah pada pertumbuhan dan perkembangan.4. Pubertas tergangguKelebihan zat besi dapat memengaruhi keseimbangan hormon yang berperan dalam pubertas.Ilustrasi bayi sakit. Foto: Simplylove/ShutterstockKondisi ini sering terlihat pada anak dengan thalassemia. Anak dengan thalassemia memerlukan transfusi darah secara rutin. Namun, setiap transfusi tidak hanya membawa sel darah merah, tetapi juga zat besi.Akibatnya, tubuh mereka justru mengalami penumpukan zat besi yang berlebihan. Dalam kasus seperti ini, diperlukan obat khusus untuk membantu mengurangi kadar zat besi dalam tubuh.Pentingnya Dosis yang Tepat Ilustrasi zat besi. foto: ShutterstockKelebihan zat besi umumnya terjadi karena pemberian suplemen yang tidak sesuai dosis atau diberikan dalam jangka waktu terlalu lama. Oleh karena itu, suplementasi zat besi harus mengikuti anjuran yang tepat.Tidak boleh melebihi kebutuhan harian, serta perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak agar tetap aman dan efektif.“Ketika dia (zat besi) diberikan berlebihan dibandingkan dengan yang disarankan, maka berisiko,” tutupnya.