Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (11/12/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparanGubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X geram dengan kekerasan anak di daycare Little Aresha Yogya. Menurutnya tak ada tempat bagi segala bentuk kekerasan di wilayahnya."Harapan saya, itu yang pertama dan terakhir. Karena di Yogya itu kita tidak senang dengan kekerasan," kata Sri Sultan di Kompleks Kepatihan, Senin (27/4).Merespons hal itu, Sultan segera bertemu dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY besok pagi. Ia membutuhkan laporan detail dari kasus ini.Selain itu, Sultan juga mendukung aparat untuk mengusut tuntas kasus ini."Mereka kan sudah tersangka, polisi sudah melakukan penelitiannya. Kita tunggu saja, jangan mendahului. Kita hormati proses hukum yang berlaku saja," katanya.Anak-anak yang jadi korban juga harus mendapatkan pengobatan fisik dan psikis."Otomatis itu (perlindungan) kita lakukan untuk anaknya. Kita juga perlu pengobatan dari si anak, jadi kita sudah mengambil langkah dari awal," ujar Ngarsa Dalem.Sekda DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti menegaskan daycare tak boleh hanya semata-mata urusan bisnis."Ini menjadi perhatian penuh, bukan sekadar komersialisasi. Bagaimana kemudian tanggung jawab dan kepercayaan terhadap usaha-usaha seperti itu harus dijaga, karena yang kita bicarakan ini adalah anak-anak," kata Ni Made.