Direktur PWNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan bahwa KBRI Nairobi terus berkoordinasi dengan otoritas Somalia, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha terkait. Upaya saat ini difokuskan pada tindak lanjut penanganan dengan tetap mengutamakan keselamatan para ABK, sementara koordinasi terus dilakukan secara intensif dan terukur.Menurut informasi yang diperoleh Kemlu, kapal tersebut membawa 4 WNI, 10 WN Pakistan, 1 WN India, dan 1 WN Myanmar. Keluarga korban, termasuk Sitti Aminah (ibu kapten kapal) dan Santi Sanjaya (istri korban), meminta Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah segera bertindak demi keselamatan para ABK. Santi mengungkapkan bahwa komunikasi dengan suaminya sempat terjalin, dan para ABK dalam kondisi baik namun mengalami tekanan psikologis, sementara para perompak dikabarkan meminta tebusan uang.Keempat WNI yang menjadi korban terdiri dari dua warga Sulawesi Selatan dan dua lainnya dari Jawa Barat serta Jawa Tengah.Kapal yang dinakhodai Ashari Samadikun tersebut mengangkut komoditas minyak dan berlayar dari Oman sejak awal tahun. Kemlu RI berjanji akan terus memantau perkembangan situasi secara saksama dan memastikan proses penanganan berjalan optimal demi keselamatan seluruh ABK WNI.