Ilustrasi cabai habanero. Foto: Jiri Hera/ShutterstockBagi pencinta makanan pedas, ada kabar baik buat kamu. Sebuah studi baru di China mengungkapkan manfaat mengonsumsi makanan pedas, setidaknya sekali dalam seminggu, dapat membantu menurunkan risiko penyakit vaskular.Mengutip Food and Wine, studi yang dipublikasi dalam Chinese Medical Journal dan melibatkan 486 ribu orang dewasa di Tiongkok, mengungkapkan mereka yang makan makanan pedas memiliki risiko lebih rendah dari yang jarang atau tidak mengonsumsinya sama sekali.Kemudian, para peneliti mengatakan bahwa manfaat paling kuat terasa pada mereka yang berisiko penyakit jantung iskemik —suatu kondisi di mana penurunan aliran darah ke jantung dapat menyebabkan nyeri dada atau serangan jantung.Hubungan ini juga paling menonjol di antara peserta yang lebih muda dan, yang menariknya, manfaat makanan pedas tersebut lebih terasa pada mereka yang tinggal di daerah pedesaan.Tapi tunggu dulu, rupanya ini bukan satu-satunya penelitian yang mengaitkan makanan berbahan cabai dengan potensi manfaat untuk kesehatan jantung.Studi sebelumnya pada tahun 2017 dari Universitas Vermont yang dipublikasi dalam jurnal PLOS One, menganalisa kebiasaan lebih dari 16 ribu orang dewasa Amerika yang mengonsumsi cabai merah pedas. Penelitian tersebut menemukan bahwa mengonsumsi cabai dapat menurunkan risiko kematian secara menyeluruh sebesar 13 persen.Ilustrasi makan makanan pedas. Foto: ShutterstockKemudian, studi di Amerika itu diperkuat dengan temuan lain yang dianalisa oleh American Heart Association's Scientific Sessions pada 2020. Analisis dari empat studi ini melibatkan lebih banyak responden, yakni 570 ribu orang lebih dari berbagai negara yaitu Amerika, Italia, China, dan Iran. Hasilnya, responden yang makan cabai secara rutin memiliki risiko lebih kecil 26 persen terkena penyakit kardiovaskular; dan memiliki risiko 25 persen lebih rendah dari penyebab kematian apa pun."Kami terkejut menemukan bahwa dalam studi-studi yang telah dipublikasikan sebelumnya, konsumsi cabai secara teratur dikaitkan dengan pengurangan risiko kematian oleh penyebab apa pun, termasuk penyakit kardiovaskular dan kanker," ujar Bo Xu, MD, penulis senior studi tersebut dan seorang ahli jantung di Cleveland Clinic.Jadi, apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh yang membuat cabai ini tampaknya sangat efektif dalam melindungi kesehatan kita?Ilustrasi cabai jalapeno. Foto: Esin Deniz/ShutterstockPara peneliti mencatat bahwa studi mereka memang tidak dapat secara definitif membuktikan bahwa cabai saja yang bertanggung jawab atas hasil pemeriksaan kesehatan yang baik; namun mereka menyimpulkan bahwa kandungan senyawa capsaicin pada cabailah yang menjadi kunci.Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Chinese Medical Journal, capsaicin mampu membantu mengontrol metabolisme kolesterol, meningkatkan fungsi pembuluh darah dengan menambah produksi oksida nitrat, dan mengurangi stres oksidatif dalam sistem pembuluh darah.Namun, peneliti mengingatkan lebih lanjut, meski cabai menawarkan manfaat kesehatan yang luar biasa, kamu diminta untuk tetap mengonsumsinya secara cukup atau sedang. Sebab, apa pun yang berlebihan justru akan menimbulkan risiko berbahaya lainnya.