Reza Rahadian saat acara media junket peluncuran teaser dan poster film Semua Akan Baik-Baik Saja di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanIndustri film Indonesia kini mulai membuka pintu yang lebih inklusif. Melalui film Semua Akan Baik-baik Saja, aktor Reza Rahadian mendorong agar produksi film nasional lebih berani melibatkan anak dengan Down Syndrome dalam peran penting.Langkah ini dinilai sebagai kemajuan besar bagi sinema Indonesia air membuka ruang inklusi bagi mereka yang selama ini jarang terlihat di layar lebar.Reza Rahadian cerita pengalamannya beradu peran dengan Alim dan Vanessa, dua pemeran dengan Down Syndrome dalam film produksi Tiger Wong Entertainment tersebut."Saya senang banget akhirnya sinema kita membuka ruang itu. Itu sebenarnya yang paling menjadi highlight, bahwa sinema Indonesia sudah memberikan ruang ini," kata Reza ditemui di BSD.Reza Rahadian saat acara media junket peluncuran teaser dan poster film Semua Akan Baik-Baik Saja di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanReza Rahadian soal Akting dengan Down SyndromeMenurut Reza, aktor dengan Down Syndrome sebenarnya sudah lazim di industri film internasional.Ia mencontohkan karakter dalam serial Glee yang membuka mata dunia tentang bakat mereka. Reza percaya bahwa anak Down Syndrome di Indonesia memiliki potensi yang sama besarnya jika diberikan kepercayaan dan arahan yang tepat."Sikap yang perlu diambil adalah percaya dan memberikan atau men-develop cerita yang memungkinkan mereka untuk masuk. Karena karakter mereka itu enggak harus hanya jadi 'mereka'. Mereka juga bisa bermain dengan karakter tertentu," tegas Reza.Reza menambahkan, proses pengolahan informasi anak-anak tersebut sebenarnya cukup cepat asalkan menggunakan pendekatan yang tepat.Reza berbagi tips bagi para praktisi film yang ingin bekerja sama dengan anak berkebutuhan khusus. Salah satu kuncinya adalah menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua atau pendamping.Alim dan Vanessa saat acara media junket peluncuran teaser dan poster film Semua Akan Baik-Baik Saja di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanDalam proyek ini, Reza banyak berdiskusi dengan ibu Alim yang tergabung dalam POTADS (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome) untuk memahami mood sang anak."Kami harus lebih paham bahwa 'Oh, saat ini Alim lagi enggak bisa di-push,' kita sabar dulu, tahan dulu, kasih dia waktu dulu. Yang penting jangan maksa, jangan di-push untuk kayak 'Ayo Alim harus gini-gini,' enggak bisa kayak gitu cara masuknya. Kita harus sensitif dalam membaca ruang itu," ungkap Reza.Reza juga memuji gaya penyutradaraan Baim Wong yang sangat spontan dan adaptif. Meski banyak improvisasi dan perubahan mendadak di lokasi syuting, hal tersebut melahirkan momen "magis" yang tidak bisa direkayasa."Ruang-ruang spontanitas itu adalah salah satu yang saya suka. That's the magic of cinema. Jadi saya enggak pernah punya kekhawatiran. Ada momen yang kadang-kadang magical dan 'mahal' banget untuk diabadikan," tutur Reza.Reza berharap Semua Akan Baik-baik Saja yang tayang 13 Mei nanti jadi pemantik bagi film lain untuk lebih inklusif dalam melibatkan bakat-bakat istimewa di Indonesia.