Konferensi Imam Internasional: Masjid Jadi Pusat Harmoni Dunia

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kegiatan Bridging Konferensi Imam Internasional dan Tabligh Akbar bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar, berlangsung khidmat dan penuh semangat persatuan di Masjid Islamic Center Samarinda, pada Sabtu (25/4/2026). Agenda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat harmoni, diplomasi keagamaan, serta penggerak perdamaian global.Rangkaian acara diawali dengan Seminar Masjid bertema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace”, dilanjutkan dengan istigasah, dan ditutup dengan Tabligh Akbar. Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas'ud, Wakil Gubernur, H. Seno Aji, perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, PP IPIM, serta tokoh agama, akademisi, dan ribuan jamaah dari berbagai wilayah Kalimantan Timur yang memadati masjid. lihat foto Ketua Steering Committee Konferensi Imam Internasional, Irjen Pol M. Sabilul Alif. Foto: BorneoFlash/IstDalam tausiyahnya, Menteri Agama, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa fungsi masjid tidak terbatas sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan umat, dan ruang diplomasi peradaban. Ia menyoroti pentingnya peran imam sebagai penjaga persatuan sekaligus penyaring informasi di tengah tantangan global yang kompleks.Ketua Steering Committee Konferensi Imam Internasional, Irjen Pol M. Sabilul Alif, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menyatukan para imam dalam satu visi besar kebangsaan dan kemanusiaan.“Kita bangun kekuatan umat dari daerah. Dari masjid, kita rajut persatuan. Dari para imam, kita pancarkan pesan damai hingga ke tingkat global,” ujarnya.Ia juga menekankan bahwa di tengah dinamika dunia yang diwarnai konflik dan polarisasi, imam masjid memiliki peran vital sebagai pembimbing umat, penyejuk masyarakat, dan agen perubahan yang menanamkan nilai-nilai damai. Sinergi antara aparat dan tokoh agama, menurutnya, menjadi kunci dalam menjaga stabilitas melalui pendekatan kultural dan spiritual.Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas'ud turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini dan menegaskan bahwa para imam serta tokoh agama merupakan benteng moral masyarakat sekaligus duta perdamaian. lihat foto Bridging Konferensi Imam Internasional dan Tabligh Akbar berlangsung khidmat dan penuh semangat persatuan di Masjid Islamic Center Samarinda, pada Sabtu (25/4/2026). Foto: BorneoFlash/IstKegiatan Bridging Konferensi Imam Internasional ini akan terus berlanjut secara periodik menuju puncak acara yang dijadwalkan berlangsung di Masjid Istiqlal pada Agustus 2026. Rangkaian berikutnya akan digelar di Sulawesi Selatan pada bulan Mei, Banten pada Juni, dan Jawa Timur pada Juli 2026. (*)