Kilang El Palito milik perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA, di Puerto Cabello, Venezuela. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERSSekelompok eksekutif perusahaan minyak asal Amerika Serikat (AS) telah bertemu dengan Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, di Caracas pada pekan lalu. Mereka menagih jaminan bahwa negara tersebut aman untuk dijadikan tempat investasi.Dikutip dari Bloomberg, Minggu (26/4), kedatangan para eksekutif perusahaan minyak terjadi selaras dengan Presiden AS Donald Trump yang mendorong mereka untuk membangun kembali sektor energi Venezuela. Menurut Trump, sektor energi Venezuela sedang terpuruk.Rodríguez menegaskan AS harus melampaui pemberian izin jangka pendek dan memberikan pelonggaran sanksi yang lebih luas dan berkelanjutan agar dapat mendorong investasi jangka panjangDalam pertemuan itu, para eksekutif perusahaan minyak juga didampingi pejabat tinggi dari Departemen Energi AS. Para eksekutif perusahaan telah membicarakan beberapa hal seperti bagaimana perusahaan minyak negara Venezuela akan menyusun kontrak, skema royalti, dan apakah perusahaan minyak asal AS bisa berinvestasi tanpa khawatir aset mereka disita.Beberapa yang hadir adalah CEO Continental Resources Doug Lawler, pengusaha minyak Texas Bryan Sheffield, serta mantan Ketua DPR Kevin McCarthy yang kini menjabat sebagai anggota dewan di perusahaan pengeboran Aspect Holdings yang berbasis di Denver.Pertemuan tersebut juga dinilai menjadi indikasi paling jelas sejauh ini bahwa minat perusahaan minyak AS berinvestasi di Venezuela mulai meluas, tidak hanya dari Chevron dan perusahaan besar lainnya.Seorang pekerja minyak Venezuela dari perusahaan negara PDVSA berpartisipasi dalam pengisian tanker minyak di terminal pengiriman dan penyimpanan Jose, 200 mil sebelah timur Caracas, Venezuela. Foto: Jorge Silva/REUTERSCEO HKN Energy yang berbasis di Dallas, Russell Freeman menyatakan optimisme terhadap potensi minyak Venezuela. Ia mengatakan bahwa diskusi dengan pimpinan Venezuela berlangsung konstruktif dan perusahaannya siap berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Venezuela.“Kami telah melakukan diskusi yang konstruktif dengan pimpinan Venezuela, HKN Energy punya pengalaman bekerja di lingkungan yang kompleks dan siap berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Venezuela," katanya. Kini, Venezuela memiliki salah satu cadangan minyak terbesar di dunia, namun infrastruktur energinya rusak parah akibat bertahun-tahun pengabaian dan korupsi.Dalam lebih dari tiga bulan sejak pasukan AS menangkap Maduro, pemerintah AS juga telah mengambil alih penjualan minyak Venezuela secara bertahap, melonggarkan sanksi, dan mengeluarkan berbagai izin agar lebih banyak perusahaan asing dapat beroperasi di negara tersebut. Di sisi lain, pemerintah Venezuela juga merevisi undang-undang hidrokarbon untuk menarik kembali investor internasional.