Pembukaan IHSG di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparanIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melemah pada level 7.500-7.600 pada pembukaan perdagangan Kamis (23/4).Sebelumnya, pada Rabu (22/4), IHSG ditutup turun 17,77 poin atau 0,24 persen ke level 7.541,61.“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi konsolidasi pada rentang level 7.500-7.600 pada perdagangan hari Kamis,” kata analis Phintraco Sekuritas, dalam keterangannya, Kamis (23/4).Menurut analis Phintraco, sentimen disebabkan oleh diperpanjangnya gencatan senjata AS-Iran tanpa batas waktu, pada satu sisi menjadi faktor positif karena untuk sementara perang mereda.Namun di sisi lain berakibat memperpanjang ketidakpastian. Penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut bakal membuat harga minyak mentah berada pada level tinggi dalam waktu lama, sehingga meningkatkan biaya energi yang dapat meningkatkan beban pemerintah, perusahaan dan masyarakat.“Selain itu, seperti yang diperkirakan BI mempertahankan BI Rate pada level 4,75 persen, dengan Deposit Facility rate tetap di 3,75 persen dan lending facility rate tetap di 5,5 persen,” lanjut analis.Saham-saham yang dapat direkomendasikan Phintraco Sekuritas pada Kamis (23/4) meliputi BBTN, PNLF, MIDI, ASII, dan, RAJA.Sedangkan menurut MNC Sekuritas, IHSG pada Kamis (23/4) diproyeksi bervariasi. Yakni melemah ke level 7.245-7.447, dan menguat ke level 7.580-7.601.“IHSG rawan bergerak terkoreksi dengan area koreksi terdekat diperkirakan akan menguji 7,245-7,447 sekaligus menutup beberapa area gap-nya,” tulis MNC Sekuritas, Kamis (23/4).Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas pada Kamis (23/4) meliputi ACES, BBYB, BMRI, dan GOTO.***Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.