Insiden Kereta Bekasi Timur, Kemenhub Jelaskan Penyebab Awal Kecelakaan

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi awal dugaan kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Insiden bermula saat mobil menabrak KRL relasi Bekasi - Cikarang di perlintasan sebidang JPL 85.Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan petugas kemudian mengevakuasi rangkaian KRL dan menetapkannya sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) 5181 karena berhenti berdinas serta berjalan di luar jadwal reguler.Gangguan itu membuat petugas menghentikan KRL PLB 5568 tujuan Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti penuh hingga menabrak KA PLB 5568 yang sedang berhenti.Kemenhub terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat evakuasi korban. Petugas mengevakuasi korban secara bertahap dan hati-hati sambil memperhatikan kondisi rangkaian kereta serta keselamatan petugas.Pemerintah juga mendirikan Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi Timur dan menyiapkan layanan medis intensif di fasilitas kesehatan. Kemenhub mendukung investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.Hingga kini, petugas masih mendata jumlah korban. Operator juga menyesuaikan perjalanan KRL yang sementara hanya sampai Stasiun Bekasi.Dudy bersama tim teknis Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub dan PT KAI berada di lokasi sejak Senin malam hingga Selasa pagi untuk memimpin penanganan. Ia turut menyampaikan duka cita kepada korban meninggal dunia dan mendoakan korban luka segera pulih.Presiden Prabowo Subianto didampingi Menhub Dudy Purwagandhi juga mengunjungi korban di RSUD Kota Bekasi. Presiden memastikan penanganan berjalan optimal, memerintahkan investigasi menyeluruh, serta meningkatkan keselamatan transportasi, terutama di perlintasan sebidang berisiko tinggi. (*)