Menteri Imipas: 2.554 Napi Dipindah & 365 Pegawai Dibina di Nusakambangan

Wait 5 sec.

Sejumlah petugas dengan menggunakan sebo, melakukan penjagaan di Blok B Lapas Kelas II-A Karanganyar, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jateng, Kamis (22/8). Foto: ANTARA FOTO/Idhad ZakariaMenteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mengungkapkan sebanyak 2.554 warga binaan pemasyarakatan telah dipindahkan ke Pulau Nusakambangan. Mayoritas dari mereka merupakan narapidana kasus narkotika.Hal itu disampaikannya dalam acara Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Politeknik Imigrasi, Tanah Tinggi, Tangerang, Senin (27/4).“Setidaknya saat ini sudah 2.554 WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) kita pindahkan ke Pulau Nusakambangan, di mana 83% merupakan kasus narkotika, selebihnya merupakan WBP dengan tingkat risiko tinggi,” kata Agus.Menteri Imipas, Agus Andrianto, dalam acara Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Politeknik Imigrasi, Tanah Tinggi, Tangerang, Senin (27/4/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanTak hanya warga binaan, pembenahan juga menyasar pegawai. Agus menyebut, pegawai yang terbukti melanggar prosedur turut diberikan pembinaan di Nusakambangan.“Tidak hanya warga binaan, pegawai yang terlibat pungutan liar yang terbukti melanggar standar operasi prosedur hingga terdeteksi malas-malasan bekerja, kita lakukan pembinaan di Nusakambangan,” ujarnya.Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya pembenahan menyeluruh di tubuh Kementerian Imipas. Ia menegaskan, berbagai pelanggaran seperti peredaran narkoba, penipuan dari dalam lapas, pungutan liar, hingga penyiksaan oleh oknum petugas tidak boleh lagi terjadi.“Perubahan ini harus mengguncang kesadaran kita semua. Ini adalah reset button, momentum fundamental yang menuntun kita bekerja dengan paradigma baru. Jangan sampai publik atau bahkan kita sendiri merasa bahwa berdirinya kementerian ini, dengan segala program yang kita canangkan, tidak ada perubahannya,” tegas Agus.“Masih diwarnai dengan penggunaan peredaran narkoba, penipuan yang dikendalikan dari dalam lapas dan rutan, pungli, bahkan penyiksaan yang dilakukan oleh oknum pegawai. Harus ada gebrakan dan perbedaan nyata,” sambungnya.241 napi high risk dari Jakarta dan Jawa Tengah dipindahkan ke Nusakambangan pada 2 Februari hingga 6 Februari 2026. Foto: Ditjen PASDia menyebut ada ratusan pegawai yang mendapat pembinaan di Nusakambangan.“Sejauh ini sudah 365 pegawai mengikuti pembinaan mental dan disiplin di Pulau Nusakambangan. Selain itu kita juga rutin melaksanakan razia gabungan dan tes urine. Ini adalah pesan keras dan komitmen mutlak kita untuk membersihkan dari institusi dari peredaran gelap narkotika dan barang terlarang,” kata Agus.Fokus Utama: Berantas Narkoba di Lapas dan Tangani OverkapasitasAgus juga memaparkan arah kebijakan Kementerian Imipas melalui 15 program aksi yang dijalankan pada 2025-2026. Dari program tersebut, terdapat delapan fokus utama di bidang pemasyarakatan, mulai dari pemberantasan narkoba di lapas, penanganan overkapasitas, hingga penguatan kemandirian pangan bagi warga binaan.Delapan fokus utama tersebut di antaranya adalah:1. Memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di lembaga pemasyarakatan dan rutan2. Mengatasi permasalahan overcapacity dan overpopulated dengan solusi yang komprehensif3. Kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, peternakan di lapas/rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan idle4. Pembangunan dapur sehat di lapas/rutan dengan memberdayakan warga binaan pemasyarakatan yang tersertifikasi untuk mendukung program makan bergizi gratis5. Pemasaran produk hasil karya warga binaan pemasyarakatan melalui koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah6. Pendidikan kesetaraan bagi warga narapidana dan anak binaan7. Efisiensi energi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan dengan penggunaan solar cell, biogas untuk daerah 3T8. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat sekitar unit pelaksana teknis Imigrasi dan PemasyarakatanMenteri Imipas, Agus Andrianto (tengah), dalam acara Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Politeknik Imigrasi, Tanah Tinggi, Tangerang, Senin (27/4/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanSelain itu, program kemandirian pangan menjadi salah satu prioritas, dengan mendorong pemanfaatan lahan di lapas untuk kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan.Agus menekankan, warga binaan harus dilibatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek pembinaan.“Di balik tembok-tembok pemasyarakatan sesungguhnya terpendam potensi yang luar biasa dari warga binaan. Kita memiliki ribuan tenaga kerja yang siap dilatih serta lahan-lahan yang siap digarap,” katanya.Ia menambahkan, transformasi ini bertujuan menjadikan lembaga pemasyarakatan sebagai pusat unggulan di bidang produksi pangan.“Potensi inilah yang kita optimalkan untuk menjadikan pemasyarakatan sebagai center of excellence dalam produk pangan. Kita mentransformasi lembaga pemasyarakatan menjadi sentra agribisnis yang mandiri, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat luas,” jelas Agus.Ingatkan Pegawai untuk Tidak Menyalahgunakan KewenanganDi sisi lain, Agus juga memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran pemasyarakatan agar tidak terlibat dalam praktik penyimpangan. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) seperti BNN, Polri, dan Kejaksaan untuk menindak tegas pelanggaran.“Jika ada oknum di antara Kalapas dan Karutan serta jajaran menghalangi proses peradilan, bermain mata dengan kejahatan atau menutupi penyimpangan, saya sudah sampaikan agar langsung melaporkan kepada saya sekaligus saya tegaskan jangan main-main,” ujar Agus.“Mulai hari ini tidak ada lagi ruang bagi penyalahgunaan kewenangan. Tidak ada lagi tempat bagi perilaku-perilaku menyimpang,” tegasnya.Agus mengingatkan seluruh pegawai agar menjaga integritas dan kepercayaan publik, serta tidak merusak masa depan karena tindakan yang melanggar hukum.“Jaga baik-baik institusi ini. Selayaknya rekan-rekan menjaga kehormatan diri, keluarga di rumah, Ingat dari pekerjaan dan seragam yang rekan-rekan sandang dan gunakan menopang kehidupan masa depan anak istri rekan-rekan sekalian,” tutur Agus.“Jangan hancurkan periuk nasi kalian dengan tindakan yang bodoh dan merugikan. Kita adalah pelayan negara, tugas mutlak kita adalah menjaga kepercayaan publik melalui kerja nyata yang berdampak bukan sekadar riuh pencitraan,” pungkasnya.