Prabowo bertemu Presiden Vladimir Putin di Kremlin pekan lalu, di mana kedua pemimpin membahas penguatan kemitraan strategis, termasuk di sektor energi, kata sekretaris kabinet Teddy Indra Wijaya dalam sebuah pernyataan.Seperti banyak negara, Indonesia berada di bawah tekanan akibat melonjaknya harga minyak global karena perang di Timur Tengah dan telah berupaya keras untuk mengamankan pemasok alternatif. Sekitar 20-25% impor minyak mentah Indonesia biasanya berasal dari Timur Tengah dan melewati Selat Hormuz yang vital."Indonesia kini telah mendapatkan komitmen dari pemerintah Rusia. Kita dapat menyimpan 150 juta barel di Indonesia untuk mengatasi masalah volatilitas ekonomi," demikian kutipan dari kantor berita negara Antara yang merujuk pada pernyataan Hashim, yang merupakan saudara laki-laki Prabowo.Rusia setuju untuk memasok 100 juta barel minyak ke Indonesia dengan harga khusus, katanya, dan 50 juta barel lagi jika diperlukan nanti.Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, adalah produsen minyak tetapi tetap menjadi importir neto. Bahan bakar di negara ini disubsidi secara besar-besaran. Negara ini mengonsumsi sekitar 1,6 juta barel minyak per hari, sementara hanya memproduksi 600.000 barel per hari, menurut Menteri Energi Bahlil Lahadalia.Pemerintah mengumumkan penjatahan bahan bakar bulan lalu dan menginstruksikan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) satu hari seminggu bagi pegawai negeri sipil untuk menghemat stok energi. Pemerintah telah berjanji tidak akan menaikkan harga bahan bakar bersubsidi tahun ini. [IT/G]