Petugas menggunakan alat berat mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOPenyaluran santunan Jasa Raharja kepada korban tabrakan KA Agro Bromo dan KRL menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Selasa (28/4). Selain itu, profil Taksi Green SM yang diduga menjadi penyebab tabrakan. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Jasa Raharja Beri Santunan ke Ahli Waris Korban Tabrakan Kereta Rp 90 JutaPT Jasa Raharja memastikan seluruh korban kecelakaan yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur mendapatkan perlindungan dasar dari negara. Ahli waris korban meninggal dunia akan menerima total santunan sebesar Rp 90 juta. Jumlah ini terdiri dari santunan dasar Rp 50 juta dari Jasa Raharja, serta tambahan Rp 40 juta yang diberikan melalui anak usaha Jasaraharja Putera bekerja sama dengan PT KAI (Persero).Untuk korban yang mengalami luka, Jasa Raharja menanggung biaya perawatan di rumah sakit dengan plafon maksimal Rp 20 juta, didukung perlindungan tambahan hingga Rp 30 juta dari Jasaraharja Putera. Manajemen memastikan biaya perawatan di delapan rumah sakit yang menangani korban telah terjamin melalui penerbitan guarantee letter, menunjukkan komitmen terhadap penanganan cepat dan tepat sasaran.Berdasarkan data sementara, kecelakaan tersebut tercatat menyebabkan 7 orang meninggal dunia dan 79 lainnya mengalami luka-luka. Kementerian Sosial juga akan memberikan dukungan tambahan kepada korban dan keluarga yang terdampak setelah melakukan asesmen, melengkapi skema asuransi utama dari negara.Profil Taksi Green SM yang Terlibat Kecelakaan KRL vs KA Argo BromoKondisi taksi listrik yang rusak usai mengalami kecelakaan dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanKecelakaan fatal antara KRL tujuan Kampung Bandan-Cikarang dengan KA Argo Bromo pada Senin (27/4) malam di Stasiun Bekasi Timur menewaskan 14 orang dan melukai puluhan penumpang. Insiden ini berawal saat taksi Green SM mogok di perlintasan kereta Ampera, Bekasi Timur, dan kemudian tertabrak oleh KRL yang melintas, memicu serangkaian kejadian tragis.Green and Smart Mobility (GSM), atau Green SM, diluncurkan pada 6 Maret 2023 oleh pimpinan Vingroup, Pham Nhat Vuong. Perusahaan ini berfokus sebagai pionir penyewaan kendaraan ramah lingkungan dan cerdas, menawarkan layanan pemesanan dan penyewaan mobil serta sepeda motor listrik. Green SM memiliki investasi signifikan yang mencapai 20 ribu mobil dan 60 ribu sepeda motor untuk armada listriknya, dengan misi meningkatkan penggunaan kendaraan listrik di masyarakat.Dalam pernyataan resminya, Green SM Indonesia menyampaikan duka cita kepada korban dan keluarga, serta menegaskan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang sedang berlangsung oleh pihak berwenang. Mereka juga berkomitmen menjaga standar keselamatan operasional yang tinggi dan terus berkoordinasi untuk menyampaikan informasi relevan terkait insiden tersebut.