Keseruan Warga di Planetarium TIM Menanti Gerhana Bulan Total

Wait 5 sec.

Antusias pengunjung melihat fenomena Gerhana Bulan Total di Planetarium TIM Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanRiuh suara anak-anak dan obrolan keluarga memenuhi tiap sudut area.Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta dipadati pengunjung yang hendak melihat fenomena Gerhana Bulan Total sambil bersantai menunggu waktu berbuka tiba.Bukan sekadar ngabuburit biasa, ratusan warga sengaja datang untuk menyambut fenomena langka yakni gerhana bulan total yang membuat bulan berubah menjadi merah tembaga atau biasa disebut blood moon.Salah satunya Anita (32) datang dari Jakarta Utara bersama putranya, Habibi (5).Pengunjung Anita (32) dan Habibi (5) dari Jakarta Utara di Planetarium TIM Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan“Kami memang sengaja datang ke sini,” kata Anita kepada kumparan, Selasa (3/3).Bagi Anita, momen ini tak sekadar melihat fenomena alam, namun juga mengenalkan sains sejak dini kepada anaknya. Ia mengaku ingin mengarahkan minat Habibi ke bidang geografi dan astronomi.“Saya guru geografi, jadi memang pengin anak dikenalkan dari kecil. Dia tadi sampai enggak mau tidur siang karena sudah excited banget mau ke sini,” ujarnya sambil tersenyum.Habibi sendiri paling menantikan sesi melihat bulan lewat teropong.Meski sudah dua kali masuk Planetarium Mini sebelumnya, pengalaman menyaksikan gerhana secara langsung terasa berbeda.“Nanti habis lihat gerhana, kami mau ikut salat gerhana juga di sini. Habis itu mungkin pulang, besok kan masih ada aktivitas lagi,” kata Anita.Pengunjung Juga Datang dari Luar JakartaAntusias pengunjung melihat fenomena Gerhana Bulan Total di Planetarium TIM Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanTak hanya keluarga, rombongan anak-anak dari sebuah yayasan di Depok juga tampak berbaur di tengah keramaian.Almira, Sahrani, April, Elfa, dan Alma, datang bersama rombongan menggunakan mobil.“Tadi sudah lihat pameran, masuk Planetarium Mini juga. Senang banget,” ujar mereka kompak.Meski sedang berpuasa, semangat mereka tak surut. Mereka bahkan berencana bertahan hingga salat gerhana digelar.“Iya, sampai salat gerhana,” jawab mereka.Gerhana Bulan Total Berwarna MerahAntusias pengunjung melihat fenomena Gerhana Bulan Total di Planetarium TIM Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanKetua Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, Muhammad Rezky, menjelaskan bahwa warna merah pada bulan terjadi akibat pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi.“Cahaya birunya disaring, jadi yang diteruskan ke bulan itu cahaya merahnya. Makanya kita lihat bulan jadi merah tembaga,” jelasnya.Ia memaparkan tahapan gerhana dimulai dari fase penumbral saat bulan memasuki bayangan samar bumi, lalu fase sebagian ketika bayangan inti mulai menutup permukaan bulan.Di Jakarta, fase sebagian dimulai sekitar pukul 16.50 WIB, sementara totalitas terjadi pukul 18.04 WIB, sekitar dua menit sebelum bulan terbit.Antusias pengunjung melihat fenomena Gerhana Bulan Total di Planetarium TIM Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan“Jadi saat bulan muncul di Jakarta, itu sudah dalam kondisi totalitas dan berwarna merah,” katanya.Totalitas berlangsung hingga pukul 19.02 WIB, sebelum perlahan kembali terang seperti purnama dan berakhir sekitar pukul 21.23 WIB.Menjelang azan magrib, suasana semakin syahdu. Anak-anak dan orang tua duduk bersila, sementara pengelola menyiapkan takjil.Ngabuburit di Planetarium Jakarta sore hari ini bukan hanya tentang menunggu waktu berbuka, tetapi juga tentang merayakan pengetahuan dan kebersamaan.