Mobil Honda City Hatchback di GIIAS 2023. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanSales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy memastikan produksi mobil Honda City Hatchback telah dihentikan. Hal ini menyusul permintaan akan produk tersebut yang semakin berkurang."City Hatchback itu kami sudah stop sebetulnya produksinya ya, beberapa saat lalu tahun kemarin, tetapi penjualan masih ada (penghabisan stok) karena demand-nya memang hatchback sekarang berkurang," ungkap Billy saat ditemui di sela acara Honda Media Award 2026 di Sunter, Jakarta Utara, Selasa (3/3).Soal ketersediaan unit Billy mengatakan masih ada di jaringan penjualan Honda yang merupakan hasil produksi tahun lalu. Kendati demikian dirinya belum mengamini bahwa model tersebut disuntik mati, artinya masih menyesuaikan permintaan pasar."Kalau cari masih ada di diler stoknya. Jadi kami tidak bicara diskontinu total, tapi ya kita lihat perkembangan market seperti apa, itu yang menentukan kita perlu terus atau tidak, tapi bisa saja kalau marketnya butuh, marketnya perlu, marketnya ingin ya kenapa tidak," sambungnya.Eksterior Honda City Hatchback RS. Foto: Muhammad Ikbal/kumparanPernyataan Billy selaras dengan data produksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang mencatat akhir produksi Honda City Hatchback pada Maret 2025 lalu.Adapun total produksi sepanjang 2025 di angka 420 unit, dengan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) terakhir pada bulan Juli sebanyak 66 unit.Mengenai Honda City Hatchback, model ini meluncur di Indonesia pada 3 Maret 2021 lalu sebagai pengganti Honda Jazz. Saat diluncurkan, produk buatan lokal tersebut langsung memikul beban berat dengan target penjualan 1.000 unit per bulan atau 12.000 unit per tahun.Ini berkaca dari penjualan Honda Jazz sebelumnya pada 2018 yang mampu mencatatkan angka 14.270 unit dan 12.168 unit di 2019. Namun turun drastis pada 2020 menjadi 5.422 unit karena pandemi.Namun realita berkata lain. Penjualan Honda City Hatchback tak pernah menyentuh dua digit bahkan di tahun saat dia debut di Indonesia. Pada 2021 asosiasi mencatat wholesales sebanyak 9.642 unit. Kemudian terus-menerus menyusut di 2022 menjadi 6.197 unit dan 2023 sebanyak 2.880 unit. Kemudian 2024 dan 2025 masing-masing sebanyak 394 dan 454 unit.