Lebanon Bakal Tunda Pemilu-Perpanjang Parlemen 2 Tahun Imbas Israel vs Hizbullah

Wait 5 sec.

Kepulan asap membubung dari lokasi serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Selasa (3/3/2026). Foto: Ibrahim AMRO/AFPLebanon berencana menunda pemilihan parlemen yang semula dijadwalkan berlangsung Mei mendatang. Imbasnya, masa jabatan parlemen akan diperpanjang selama dua tahun.Wacana mencuat imbas konflik antara Israel dan Hizbullah. Dua pejabat senior Lebanon menyebut, keputusan itu telah disetujui oleh presiden, perdana menteri, dan ketua parlemen pada Selasa (3/3). Namun, langkah tersebut masih memerlukan persetujuan mayoritas dari 128 anggota parlemen.Seorang warga memberikan suara dalam pemilihan parlemen Lebanon, di sebuah tempat pemungutan suara di Ainata, Lebanon, Minggu (15/5/2022). Foto: Aziz Taher/REUTERSSituasi Keamanan Dinilai Tak KondusifLebanon terakhir menggelar pemilu parlemen pada 2022. Namun, eskalasi terbaru di kawasan membuat stabilitas keamanan kembali goyah.Hizbullah pada Selasa meluncurkan rudal ke Israel untuk hari kedua berturut-turut. Sebagai respons, Israel mengerahkan pasukan ke wilayah selatan Lebanon dan melakukan gelombang serangan udara.Seorang pejabat menyebut kondisi saat ini tidak memungkinkan penyelenggaraan pemilu dalam waktu dekat.“Tampaknya kondisi tidak akan kondusif untuk mengadakan pemilihan umum dalam beberapa waktu ke depan,” kata pejabat itu dikutip dari Reuters, Rabu (4/3).Lebanon Terseret Perang RegionalLebanon kembali menjadi arena konflik antara Israel dan Hizbullah. Ketegangan meningkat setelah kelompok yang didukung Iran itu meluncurkan drone dan rudal, yang kemudian dibalas serangan Israel. Puluhan orang dilaporkan tewas dalam serangan balasan tersebut.Langkah Hizbullah untuk terlibat lebih jauh dalam konflik regional juga memperdalam perpecahan politik di dalam negeri. Sejak perang saudara 1975–1990, Hizbullah menjadi satu-satunya faksi di Lebanon yang tetap mempertahankan persenjataannya.