Populer: Kilang Aramco Diserang Drone; Harga BBM Iran Lebih Murah dari Israel

Wait 5 sec.

Ladang minyak Aramco di Gurun Rub' al Khali, Shaybah, Arab Saudi, 12 Januari 2024. Foto: REUTERS/Hamad I MohammedPenghentian operasional kilang Saudi Aramco akibat serangan drone menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Senin (2/3). Selain itu, perbandingan harga BBM antara Iran dan Israel yang ekstrem. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Saudi Aramco Hentikan Operasional Kilang Ras Tanura Usai Diserang DroneSaudi Aramco menghentikan operasional kilang Ras Tanura pasca serangan drone, sebuah insiden yang memicu kekhawatiran geopolitik dan ekonomi. Kilang ini, yang terletak di pesisir Teluk Persia, merupakan salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar di Arab Saudi dengan kapasitas hingga 550.000 barel minyak mentah per hari. Penghentian ini dilakukan sebagai langkah pencegahan, terutama setelah ketegangan meningkat antara Israel dan Iran di kawasan tersebut.Dampak serangan ini langsung terasa di pasar global. Harga minyak mentah Brent melonjak signifikan, mencapai sekitar USD 80 per barel pada perdagangan Minggu (1/3), naik sekitar 10 persen. Analis pasar memperkirakan bahwa harga dapat menembus USD 100 per barel jika gangguan pasokan berlangsung lama, mengingat serangan terhadap infrastruktur energi vital seperti ini adalah skenario terburuk. "Eskalasi konflik juga berdampak pada lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global, yang dilaporkan hampir terhenti," ucap dia.Harga BBM di Iran Tak Sampai Rp 500 per Liter, Israel Tembus Rp 38.665Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (offshore). Foto: curraheeshutter/ShutterstockPerbandingan harga bahan bakar minyak (BBM) global pada 23 Februari 2026 menunjukkan disparitas ekstrem, dengan Iran menjadi salah satu negara termurah sementara Israel termasuk yang termahal. Data GlobalPetrolPrices menyoroti Libya sebagai negara dengan harga BBM paling rendah, hanya Rp 398 per liter, berbanding terbalik dengan Hong Kong yang memegang rekor termahal di Rp 63.851 per liter.Iran menduduki posisi kedua sebagai negara dengan BBM termurah, di mana masyarakat hanya membayar sekitar Rp 481 per liter. Ini sangat kontras dengan harga di negara-negara maju dan beberapa kawasan konflik, seperti Israel yang mematok harga BBM sekitar Rp 38.665 per liter. Sementara itu, negara-negara Eropa seperti Belanda dan Denmark memiliki harga di kisaran Rp 40.411 dan Rp 39.301 per liter, menunjukkan beban biaya energi yang signifikan bagi konsumen di sana.Indonesia sendiri berada di posisi moderat dengan harga sekitar Rp 12.050 per liter, di bawah Amerika Serikat (Rp 14.637 per liter) namun jauh di atas negara-negara produsen minyak dengan subsidi besar. Perbedaan harga yang mencolok ini mencerminkan beragam faktor mulai dari kebijakan subsidi pemerintah, kapasitas produksi minyak domestik, hingga kondisi geopolitik dan perpajakan di masing-masing negara.