Para pelayat berdiri di samping peti mati komandan Garda Revolusi Iran Hossein Salami (R), dan komandan militer lainnya yang terbunuh dalam serangan Israel pada hari pertama perang, dalam prosesi pemakaman mereka di Teheran, Sabtu (28/6/2025). Foto: Atta Kenare/AFPIsrael mengeklaim lebih dari 1.500 anggota Garda Revolusi Iran (IRGC) tewas sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Minggu (28/2) pagi.AS dan Israel telah menyerang lebih dari 1.200 target di Iran. Jumlah target disebut masih akan bertambah dalam beberapa hari ke depan.Namun klaim dari Israel ini belum bisa dipastikan. Hanya saja dikutip dari CNN, berdasarkan data Bulan Sabit Merah Iran, korban tewas akibat serangan AS-Israel mencapai 555 orang hingga Senin (2/3).Pasukan Pertahanan Israel (IDF) selama operasi darat di lokasi yang disebut sebagai Gaza, pada Rabu (1/11/2023). Foto: Israel Defense Forces/via REUTERSIsrael Mulai Gelombang Serangan BaruIsrael bakal segera melancarkan serangan baru ke Iran. Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) mengumumkan dimulainya gelombang serangan baru.IDF mengeluarkan peringatan evakuasi mendesak bagi warga di lingkungan Evin, Teheran. Area tersebut termasuk sekitar kompleks studio saluran berita negara Iran, IRINN.IDF menyebut, pasukan Israel akan menargetkan infrastruktur militer rezim Iran dalam beberapa jam mendatang.“Demi keselamatan dan kesejahteraan Anda, kami meminta Anda untuk segera mengevakuasi area yang ditentukan,” tulis pernyataan IDF.Lokasi yang ditargetkan merupakan area yang juga pernah diserang Israel pada Juni 2025. Saat itu, ledakan terjadi ketika seorang pembawa acara sedang siaran langsung, dan satu pekerja media dilaporkan tewas.Peringatan di Lebanon SelatanIDF juga mengeluarkan peringatan evakuasi untuk sejumlah desa di Lebanon selatan.Dalam video berbahasa Arab, juru bicara militer Israel meminta warga pindah ke utara dari garis yang telah dipetakan.“Aktivitas Hizbullah memaksa Pasukan Pertahanan Israel untuk mengambil tindakan terhadapnya tanpa niat untuk membahayakan Anda,” kata pernyataan tersebut.Eskalasi terbaru ini memperluas potensi konflik di kawasan, dengan serangan yang tidak hanya terfokus di Iran tetapi juga menyasar wilayah yang diduga terkait dengan Hizbullah di Lebanon.