Din Syamsuddin: Kematian Khamenei Jadi Amunisi Baru Bagi Iran

Wait 5 sec.

Ayatollah Ali Khamenei Berpidato di Teheran Foto: Leader.ir/Handout via ReutersDin Syamsuddin menilai kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, justru menjadi amunisi baru bagi Iran untuk melancarkan serangan balasan ke Israel dan Amerika Serikat (AS)."Kesyahidan pemimpin spiritual Iran tersebut justru menjadi amunisi baru bagi Iran untuk melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah," kata Din Syamsuddin dalam keterangannya, Selasa (3/3).Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta itu menilai pembunuhan terhadap Khamenei dan beberapa jenderal Iran sebagai perbuatan keji dan kejam."Tindakan itu melanggar hak-hak asasi manusia, hukum internasional, dan bentuk terorisme nyata," ujarnya.Ia juga meminta pemerintah Indonesia harus bersikap tegas melawan segala bentuk penjajahan di muka bumi, menentang agresi dan invasi sebuah negara ke negara lain.Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (13/10/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan"Saatnya Presiden Prabowo berpikir ulang untuk keluar dari Board of Peace bikinan Presiden Trump, dan menarik ucapannya yang keliru bahwa "keamanan Israel harus dijamin" karena itu berdasarkan logika terbalik," kata dia."Indonesia harus bersikap konsisten dan konsekwen menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan mengedepankan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian sejati serta tidak terjebak pada permainan politik global yang kolonialistik dan imperialistik," tambahnya.Ketua World Peace Forum itu melanjutkan "Presiden Prabowo Subianto perlu mengikuti jejak pendahulunya, seperti Presiden Sukarno dan Presiden Suharto, yang bersikap tegas dan lugas terhadap neo kolonialisme dan imperialisme (Nekolim). Board of Peace adalah klaim perdamaian semu, dan sejatinya adalah Dewan Peperangan dan Penjajahan Baru."