Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengikuti rapat kerja bersama Komisi III terkait evaluasi kinerja 2025 dan rencana kerja 2026. Foto: YouTube/ TVR ParlemenKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operational Tahun 2026 di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Senin (2/3). Rakor tersebut dihadiri perwakilan Kementerian PMK dan jajaran terkait.Dalam rakor ini, Kapolri juga mengumumkan secara resmi Operasi Ketupat 2026 yang dimulai pada tanggal 13 Maret hingga Maret 2026. TNI-Polri dan instansi terkait mengerahkan 161 ribu personel gabungan dalam operasi ini."Tagline kali ini adalah 'Mudik Aman dan Keluarga Bahagia'. Tentunya yang kita kedepankan adalah langkah preemptive dan preventive, penegakan hukum, tentunya kita upayakan seminimal mungkin sehingga ini betul-betul menjadi pelayanan kemanusiaan," ujar Kapolri saat memimpin rakor. Ada sedikit perubahan dalam struktur Operasi Ketupat 2026. Kepala Operasi Khusus (Kaopsus) akan dipimpin langsung oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho."Kemudian struktur operasi juga sudah dibuat, dan ada sedikit perubahan sehingga kemudian Kaopsus yang dipimpin oleh Kakorlantas, ini betul-betul bisa mengendalikan seluruh jajaran pada saat harus mengambil satu keputusan-keputusan yang bersifat diskresi," jelas Sigit.Prediksi Arus Mudik dan Arus BalikPelabuhan Merak dipadati mobil pemudik di H-3 Lebaran, Jumat (28/3/2025). Foto: kumparanDi kesempatan yang sama, Kapolri juga menyampaikan prediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Akan ada 2 gelombang puncak arus mudik dan arus balik.Prediksi puncak arus mudik, ini kemungkinan terjadi di tanggal 14 sampai dengan 15 Maret. Kemudian kita juga pemerintah melaksanakan WFH, biasanya antara tanggal 16 dan 17. Sementara prediksi puncak arus mudik kedua ada di tanggal 18-19 Maret," Puncak mudik tahun ini datang bersamaan dengan Hari Raya Nyepi. Sehingga memerlukan adanya pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali untuk menghormati hari besar keagamaan tersebut.Sementara Lebaran dan curi bersama akan dilaksanakan mulai tanggal 20 hingga 24 Maret 2026. Kemudian prediksi puncak arus balik yang pertama di tanggal 24 dan 25 Maret. Prediksi puncak arus balik kedua 28 sampai 29 Maret. Dan bila diperlukan, tentunya Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan," One Way, Ganjil Genap dan ContraflowKendaraan melintas saat penerapan rekayasa lalu lintas lawan arah (contraflow) dua jalur di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Karawang, Jawa Barat, Sabtu (5/4/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTOSelain prediksi arus mudik dan balik, sejumlah strategi rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan berdasarkan pengalaman pada Operasi Ketupat di tahun-tahun sebelumnya. "Mulai One Way Nasional, One Way Lokal, Contraflow, pengaturan di Rest Area, pembatasan kendaraan sumbu tiga, pemberian imbauan dan peniadaan tilang, delaying system di wilayah penyeberangan, dan pengalihan arus tentunya menjadi rekayasa-rekayasa yang akan kita lakukan," jelas Kapolri.Kita masih akan memberlakukan sistem One Way pada saat arus mudik, di mana kita melakukan kegiatan tersebut mulai dari KM 70 (Tol Jakarta Cikampek),"Demikian juga dengan sistem ganjil genap dan sistem Contraflow juga akan diberlakukan. Untuk kegiatannya, untuk sistem ganjil genap dimulai dari KM 47 (Tol Japek) sampai dengan KM 414 Semarang-Batang. Kemudian untuk Contraflow mulai dari KM 47 sampai dengan KM 70 (Tol Japek)."Sebaliknya dengan arus balik, kita berlakukan hal yang sama juga, kita akan melakukan sistem One Way, kemudian sebelum dimulai dilaksanakan penyisiran 2 jam sebelumnya, demikian juga pada saat akan normalisasi dilakukan hal yang sama. Kemudian sistem ganjil genap dan sistem Contraflow juga tentunya kita laksanakan," jelas Sigit.Polri juga menyiapkan 2.746 posko dan objek pengamanan dengan rincian: 1.624 pos pengamanan779 pos pelayanan343 pos terpaduLalu mengamankan 185.608 objek, termasuk;Masjid dan lokasi salat IdTerminal, stasiun, pelabuhan, bandaraPusat perbelanjaan dan objek wisata