Foto udara sejumlah mobil pribadi dan bus berisi pemudik antre menaiki kapal di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (19/4/2023). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTOIdul fitri menjadi salah satu momen bagi masyarakat untuk melepas rindu kampung halaman. Tiap tahunnya, masyarakat berbondong-bondong mudik menjelang lebaran. Salah satu hal yang tak pernah luput dari perhatian adalah kecelakaan lalu lintas selama periode mudik lebaran. Momen hangat jelang lebaran dapat berubah jadi petaka di jalanan. kumparan menghimpun data kecelakaan lalu lintas (laka lantas) jelang dan pasca lebaran. Kami menelaah data laka lantas milik Bareskrim Polri. Data laka lantas tersebut kami akses dari situs pusiknas.polri.go.id. Kami mengambil data dengan rentang waktu H-8 sampai dengan H+9 lebaran atau sebanyak 18 hari (arus mudik dan arus balik). Data yang tersedia mulai dari tahun 2022 sampai 2025. Acuannya diambil dari prediksi mudik dan arus balik yang disampaikan Kemenhub. TahunTanggal202224 April - 11 Mei202314 April - 1 Mei20242 April - 19 April202523 Maret - 9 AprilTemuan kami menunjukkan bahwa terdapat 30.056 kecelakaan sepanjang 2022-2025. Total kerugian materil mencapai Rp 65,1 miliar. Kecelakaan paling banyak terjadi pada tahun 2023, sebanyak 7.901 dengan kerugian materil sebesar Rp 20 miliar. Di tahun tersebut, diprediksi ada 123,8 juta orang melakukan perjalanan mudik. Pada 2022, jumlah kecelakaan mencapai 7.432 kejadian dengan kerugian materil mencapai Rp 13,3 miliar. Jumlah pemudik tahun tersebut sebanyak 85,5 juta orang.Ada 7.565 kecelakaan selama mudik lebaran pada 2024. Kerugian materil ditaksir Rp 17 miliar. Diperkirakan sebanyak 193,6 juta orang melakukan perjalanan mudik lebaran di tahun tersebut. Pada 2025, kecelakaan selama mudik lebaran turun menjadi 7.158 kejadian. Kerugian materil sebesar Rp 14,8 miliar. Di tahun tersebut, jumlah pemudik diperkirakan turun ke 146,48 juta orang. Deretan kecelakaan lalu lintas selama mudik lebaran tersebut juga menelan korban. Total ada 47.564 korban kecelakaan pada mudik lebaran 2022-2025. Sebanyak 38.922 korban (81,83%) mengalami luka ringan, 4.747 korban (9,98%) meninggal dunia, dan 3.895 korban (8,19%) luka berat. Berikut rincian kondisi korban tiap tahunnya:Mayoritas Kecelakaan karena Faktor ManusiaDeretan kecelakaan selama mudik lebaran ternyata terjadi karena faktor manusia, di samping faktor lain seperti kendaraan, jalan, dan alam. Sepanjang 2022-2025, terdapat 24.490 (81,48%) kecelakaan yang disebabkan manusia, 982 kecelakaan (3,27%) disebabkan kendaraan, 171 kecelakaan (0,57%) disebabkan jalan, 19 kecelakaan (0,06%) disebabkan alam, dan 4.394 kecelakaan (14,62%) penyebabnya tidak diketahui. Berikut rincian penyebab kecelakaan tiap tahun:Pada 2025, kecelakaan karena faktor manusia mencapai 6.805 (95,07%) dari keseluruhan kejadian kecelakaan selama mudik lebaran di tahun tersebut. Di tahun-tahun sebelumnya menunjukkan pola serupa. Tak hanya itu, sebagian besar kecelakaan mudik lebaran terjadi saat cuaca cerah. Tercatat selama periode mudik lebaran 2022-2025, terdapat 28.382 kecelakaan saat cuaca cerah (94,43%) dari 30.056 kecelakaan selama mudik lebaran. Hal tersebut konsisten setiap tahunnya.Sebanyak 595 kecelakaan (1,98%) terjadi saat hujan gerimis, 403 kecelakaan (1,34%) saat cuaca berawan, 50 kecelakaan (0,17%) saat berkabut, 11 kecelakaan (0,04%) saat hujan disertai angin kencang, 8 atau (0,03%) saat hujan es, dan 1 kejadian saat hujan es. Berikut rincian cuaca saat kecelakaan tiap tahun:Kecepatan Normal, Cahaya MemadaiMayoritas pengendara memacu kendaraan pada kecepatan normal saat kecelakaan mudik lebaran. Kecelakaan yang melibatkan kendaraan dengan kecepatan di bawah 50 km/jam mendominasi.Sepanjang mudik lebaran 2022-2025, terdapat 23.836 kecelakaan (79,31%) yang melibatkan kendaraan dengan kecepatan di bawah 50 km/jam. Sedangkan kendaraan dengan kecepatan di atas 50 km/jam mengalami 6.220 kecelakaan (20,69%). Sejumlah kendaraan pemudik melaju perlahan di Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025). Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama SKecelakaan paling banyak melibatkan kendaraan dengan kecepatan 40 km/jam sebanyak 10.051 kecelakaan. Kecepatan 20 km/jam terlibat 5.955 kecelakaan, 30 km/jam sebanyak 2.639 kecelakaan, dan 50 km/jam sebanyak 5.191 kecelakaan.Berikut rincian kecepatan saat kecelakaan tiap tahun:Kecelakaan juga banyak terjadi saat cahaya memadai. Selama mudik 2022-2025, sebanyak 24.657 kecelakaan (82,04%) terjadi saat cahaya terang dari seluruh kecelakaan. Sebanyak 3.521 kecelakaan (11,71%) saat cahaya redup, dan 1.802 kecelakaan (6%) saat gelap. Berikut rincian tipe cahaya di TKP kecelakaan:Jalanan Bagus Buka Jaminan Minim KecelakaanKecelakaan saat mudik lebaran 2022-2025 paling banyak terjadi di jalan dengan keadaan baik, sebanyak 28.903 kecelakaan (96,16%). Sebanyak 430 kecelakaan (1,43%) berlokasi di jalan berlubang, dan 247 kecelakaan (0,82%) di jalan berombak.Sebanyak 114 kecelakaan berlokasi di jalan yang basah, 112 di jalan keriting, 83 di jalan yang licin, 28 di jalan berdebu, 5 di jalan tergenang air, dan 4 di jalan beralur. Sedangkan 130 kecelakaan tak diketahui keadaan jalannya. Permukaan Jalan2022202320242025TotalBaik6.9747.6057.3546.97028.903Berlubang1241397691430Berombak116703625247Basah34193427114Licin1930151983Keriting25294216112Berdebu966728Tergenang Air02035Beralur11204TK1300001307.4327.9017.5657.15830.056Tak hanya itu, kebanyakan kecelakaan mudik lebaran terjadi di jalanan yang datar alih-alih jalanan miring baik menurun atau menanjak. Kecelakaan berlokasi di jalan miring hanya 1.261 kecelakaan (4,20%) dari keseluruhan kecelakaan. Sedangkan 28.654 kecelakaan (95,34%) terjadi di jalan datar. Sisanya, sebanyak 141 kecelakaan (0,47%) tak diketahui kemiringan jalannya. Berikut rincian kemiringan jalan TKP kecelakaan:Berdasarkan geometri jalan, kecelakaan paling banyak berlokasi di jalan lurus, sebanyak 25.871 (86,08%) kecelakaan selama periode mudik 2022-2025. Selain itu, ada pula 1.539 kecelakaan (5,12%) di tikungan, 1.002 (3,33%) di simpang empat, 990 (3,29%) di simpang tiga T, dan 301 (1,00%) di simpang tiga Y.Sebanyak 92 kecelakaan berlokasi di jembatan, 61 di bundaran, 48 di tikungan tajam, 38 di multi-simpang, 9 di Simpang empat tidak sejajar, 5 di terowongan, dan 100 tak diketahui geometri jalannya. Geometri Jalan2022202320242025TotalLurus6.2686.8166.5596.22825.871Tikungan4034173793401.539Simpang empat2572442562451.002Simpang tiga T251273224242990Simpat tiga Y84858745301Jembatan2129192392Bundaran2019111161Tikungan tajam114151848Multi simpang111210538Simpang empat tidak sejajar31509Terowongan31015TK100000100Berdasarkan fungsi jalan, kecelakaan saat mudik lebaran paling banyak berlokasi di jalan arteri yakni sebanyak 12.932 kecelakaan (43,03%). Disusul jalan kolektor sebanyak 10.346 kecelakaan (34,42%), 6.462 kecelakaan (21,50%) berlokasi di jalan lokal, dan yang paling sedikit di jalan tol sebanyak 316 kecelakaan (1,05%). Berikut rincian jenis jalan lokasi kecelakaan tiap tahun:Jalan arteri mengacu pada jalan yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh seperti jalan antar kota dan jalan protokol. Sedangkan jalan kolektor berfungsi sebagai penghubung jalan arteri dengan jalan lokal dengan jarak sedang. Jalan lokal merupakan jalan yang digunakan masyarakat setempat dengan lebar badan jalan sekitar 5 meter.