Remaja di Makassar Tewas Diduga Tertembak Polisi saat Main 'Perang' Peluru Jelly

Wait 5 sec.

Betrand Eka Prasetyo, seorang remaja berusia 18 tahun tewas diduga ditembak polisi saat main perang peluru jelly di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Foto: Dok. IstimewaBetrand Eka Prasetyo, seorang remaja berusia 18 tahun di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tewas diduga karena tertembak oknum perwira polisi.Betrand tertembak saat sedang bermain 'perang' senjata peluru jelly ataukah water gel blaster di Jalan Toddopuli Raya, Panakkukang, Kota Makassar, Sulsel, bersama dengan teman-temannya pada Minggu (1/3) kemarin pagi. Informasi soal perang peluru jelly itu sampai kepada Polsek Rappocini dan diinfokan kepada polisi yang berada dekat dengan lokasi karena dilaporkan adanya kerumunan remaja yang diduga tawuran. Oknum tersebut yang kebetulan berada dekat lokasi kemudian mengecek. Dia mencoba membubarkan kerumunan, namun ternyata terdengar letusan senjata api yang mengenai korban.Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, oknum polisi yang diduga melakukan penembakan anak remaja tersebut telah diproses hukum."Kami sudah melakukan tindakan kepada anggota kami yang melakukan tindakan penembakan terhadap korban," kata Arya saat dikonfirmasi, Selasa (3/3) malam.Betrand Eka Prasetyo, seorang remaja berusia 18 tahun tewas diduga ditembak polisi saat main perang peluru jelly di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Foto: Dok. IstimewaArya menjelaskan, oknum perwira polisi yang disebut-sebut bertugas di Polsek Panakkukang itu, sudah diperiksa secara intensif."Telah dilakukan pemeriksaan secara intensif," ucapnya.Arya berjanji akan mengusut kasus tersebut secara profesional dan transparan. Apabila oknum polisi itu terbukti bersalah, maka akan dilakukan proses hukum sesuai dengan UU yang berlaku."Melihat alasan, tindakan juga, apakah itu proper atau tidak, dan kalau ada tindak pidana, kita juga akan lakukan tindakan terhadap anggota kami yang melakukan (penembakan)," tegasnya.Sementara itu, lanjut Arya, korban pada saat kejadian, sempat dilarikan ke rumah sakit Grestelina untuk diberikan perawatan medis. Tapi, karena peralatan tidak memadai, anak tersebut lalu dirujuk ke RS Polri Bhayangkara Makassar."Sempat dirujuk ke RS Bhayangkara tetapi nyawanya tidak tertolong," katanya.Korban diduga meninggal karena kehabisan darah. "Tapi sementara memang hasilnya, korban meninggal karena pendarahan yang cukup masif," ujar dia. Hingga saat ini, korban dilaporkan telah dimakamkan.