Ilustrasi Turis Asing di Bali. Foto: Shutter StockBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada Januari 2026 mencapai 1,01 juta kunjungan. Angka ini naik 1,11 persen dibandingkan Januari 2025 secara tahunan (year on year/yoy).“Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada Januari 2026 tercatat sebesar 1,01 juta kunjungan, atau naik 1,11 persen dibandingkan Januari 2025 yoy," kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Senin (2/3).Ateng menjelaskan pintu masuk utama tersebut meliputi bandar udara internasional, pelabuhan laut internasional, serta pos lintas batas (PLB). Kenaikan ini menunjukkan arus turis asing ke Indonesia masih tumbuh di awal tahun, meski dengan laju yang relatif terbatas.Sementara itu, indikator pariwisata domestik justru menunjukkan perlambatan. Pada Januari 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tercatat mencapai 102,04 juta perjalanan, atau turun 0,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan tipis ini terjadi setelah periode libur akhir tahun yang biasanya mendorong lonjakan mobilitas masyarakat.Penumpang Kereta dan Udara Internasional NaikDeputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jumat (25/7). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparanDari sisi transportasi, beberapa moda angkutan masih mencatatkan pertumbuhan jumlah penumpang. Pada Januari 2026, jumlah penumpang angkutan kereta api mencapai 48,10 juta orang, atau naik 10,94 persen dibandingkan Januari 2025.Kenaikan juga terjadi pada angkutan udara internasional yang melayani rute luar negeri. Jumlah penumpangnya tercatat 1,77 juta orang, atau naik 2,04 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan kunjungan wisman.Sebaliknya, angkutan udara domestik mencatatkan 4,92 juta penumpang atau turun 3,33 persen secara tahunan. Penumpang angkutan laut domestik juga turun 0,55 persen menjadi 2,61 juta orang. Adapun penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) tercatat 4,29 juta orang, atau turun 3,67 persen.Angkutan Barang Ikut MelambatSelain pergerakan penumpang, BPS juga mencatat penurunan pada angkutan barang. Pada Januari 2026, volume barang yang diangkut menggunakan angkutan laut domestik mencapai 37,49 juta ton, atau turun 1,05 persen dibandingkan Januari 2025.Sementara itu, jumlah barang yang diangkut menggunakan kereta api tercatat 5,33 juta ton atau turun 7,90 persen. Angkutan udara domestik mengangkut 53,0 ribu ton barang, atau turun 13,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Secara keseluruhan, data awal tahun ini menunjukkan kunjungan turis asing ke Indonesia masih tumbuh, namun mobilitas domestik dan aktivitas logistik mengalami tekanan dibandingkan Januari tahun lalu.