Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pernyataan, di Budapest, Hongaria. Foto: Bernadett Szabo/REUTERSPresiden Turki Tayyip Erdogan mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Erdogan menegaskan serangan itu merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional."Serangan terhadap Iran oleh Amerika Serikat dan Israel adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional," kata Erdogan saat acara buka puasa Ramadan di Ankara dikutip Reuters, Selasa (3/3).Erdogan menegaskan Turki ikut merasakan penderitaan rakyat Iran di tengah eskalasi konflik yang terus meluas di kawasan Timur Tengah. Ia menyatakan Ankara akan meningkatkan diplomasi di berbagai tingkatan untuk mendorong gencatan senjata."Kelanjutan konflik hanya akan membawa risiko serius bagi kawasan dan dunia. Ini (jika terus terjadi) tidak dapat ditangani oleh siapa pun," kata Erdogan.Kepulan asap dari ledakan terbaru di Teheran, Iran pada Minggu (1/3/2026). Foto: Majid Asgaripour/WANA via ReutersSebelumnya Bulan Sabit Merah Iran memperbarui data korban akibat serangan Israel-Amerika Serikat (AS), per Senin (2/3), ratusan orang tewas akibat serangan tersebut."Kami melaporkan ada 131 kota di penjuru Iran diserang Zionis-AS sejak Sabtu (28/2). Ada 555 kompatriot kami tewas," kata kelompok humaniter Iran itu, dilansir AFP.Dari jumlah tersebut, termasuk pula puluhan siswi SD yang tewas di Minab Iran Selatan. Dilaporkan sekitar 160 orang tewas tertimbun reruntuhan.Situasi di Timur Tengah saat ini pun masih panas. Masih belum ada indikasi bahwa Israel-AS akan mengendurkan jumlah serangan.Sementara Iran juga terus membalas serangan tersebut dengan menyasar Negara Teluk, yang terdapat Pangkalan militer AS.