Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Hassan Wirajuda, saat menjadi narasumber di program DipTalk Episode 44. Foto: Aditia Noviansyah/kumparanEks Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda, menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3).Dalam pertemuan itu, Prabowo memberikan gambaran navigasi dalam menghadapi konflik antarnegara yang terjadi saat ini."Bapak Presiden, menggambarkan bagaimana kita harus menavigasi hidup kita di antara... bukan hanya dua karang, tapi sekarang beberapa karang. Dan itu tidak mudah," kata Hassan usai pertemuan.Salah satu nagivasi yang diberikan, menurut Hassan, tak hanya soal implikasi perang terhadap masalah keamanan dan perdamaian dunia. Melainkan juga efek ekonomi yang berdampak ke Indonesia."Karena itu, didiskusikan tentang implikasinya ini terhadap keseluruhan masalah keamanan dan perdamaian dunia, tapi juga potensi efek dari perang ini terhadap ekonomi dunia. Khususnya yang menyangkut supply oil, minyak, dan gas. Kita berhitung semua, apa efeknya terhadap kita gitu," papar dia.Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para menteri dan wakil presiden terdahulu di Istana Merdeka, Selasa (3/3/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinetHassan menyebut, persoalan ini tidak mudah untuk diselesaikan. Apalagi, masalah ini juga dirasakan oleh negara-negara lainnya.Sehingga perlu perhitungan yang matang serta masukan dari berbagai pihak dalam mengambil kebijakan.Hal tersebut yang menjadi latar belakang Prabowo mengundang para eks Menlu, presiden dan wakil presiden terdahulu, hingga para ketua umum partai politik untuk berbincang."Jadi persoalan atau dilema yang kita hadapi, yang dihadapi oleh banyak negara, bukan hanya kita sendiri. Karena itu Presiden menganggap penting untuk mengomunikasikan permasalahan-permasalahan dihadapi oleh pemerintah, dihadapi oleh Presiden kepada tokoh-tokoh politik, termasuk kita yang diminta datang pada malam hari ini," ungkap Hassan.