Atta Halilintar Khawatir Rencana Umrahnya Gagal Imbas Serangan AS-Israel ke Iran

Wait 5 sec.

Atta Halilintar dalam peluncuran parfum D'GOES di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/9). Foto: Giovanni/kumparanAtta Halilintar mengungkap rencananya dan keluarga untuk bisa menunaikan ibadah umrah lagi tahun ini. Rencana itu ingin Atta wujudkan mengingat kedua putrinya, Ameena dan Azura, kini telah memasuki masa balita. Oleh karena itu, Atta Halilintar sangat ingin membawa kedua putrinya beribadah ke Tanah Suci."Insyaallah aku tahun ini umrah lagi, apalagi kan anak-anak sudah gede," ujar Atta Halilintar kepada wartawan di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan.Namun rencana Atta itu tampaknya akan sedikit terkendala. Terlebih setelah meningkatnya eskalasi suasana di kawasan Timur Tengah menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat ke wilayah Iran."Ya kalau cancel ya sedih sih dengarnya," kata Atta.Atta Halilintar. Foto: Instagram/ @attahalilintarSuami Aurel Hermansyah itu, juga tak lupa mendoakan orang-orang yang berada di Iran agar tetap diberikan keselamatan. Apalagi serangan tersebut dilancarkan saat masih bertepatan dengan bulan Ramadan."Kita turut berduka cita juga buat teman-teman di sana, tapi kita doakan yang terbaik saja dari sini. Semoga saudara-saudara kita di sana dapat penjagaan terbaik dari Tuhan," pungkasnya.Atta Halilintar, dalam akad nikah Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid di Hotel Raffles, Jakarta, Jumat (26/7). Foto: Agus ApriyantoSituasi Timur Tengah memanas imbas serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan para petinggi Iran, termasuk tujuh komandan militer.Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut operasi militer di Iran bisa berlangsung empat pekan. Iran telah melancarkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, UEA, hingga Arab Saudi.Selain itu, Iran juga telah menutup Selat Hormuz—jalur vital perdagangan minyak dunia. Ratusan kapal tanker minyak dan gas kini tertahan di kawasan Teluk dan sekitar Selat Hormuz.Atas situasi yang terus memanas, sejumlah maskapai penerbangan global bahkan menutup rute penerbangan di kawasan Timur Tengah.