Sebuah bola api membumbung tinggi usai serangan udara Israel menghantam area dekat tenda pengungsian di Deir el-Balah, wilayah tengah Jalur Gaza, pada Selasa (25/3/2026). Foto: EYAD BABA/AFPSerangan Israel ke Jalur Gaza menewaskan enam orang, termasuk dua di antaranya anak-anak, pada Selasa (14/4). Hal itu diungkapkan pejabat kesehatan setempat.Dilansir Reuters, insiden terbaru ini dinilai mengancam keberlangsungan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.Menurut Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Hamas, empat orang, termasuk seorang anak kecil, tewas dalam serangan yang menargetkan kendaraan polisi di Gaza City. Seorang polisi termasuk di antara korban tewas, sementara sembilan warga sipil lainnya terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.Di wilayah utara Gaza, dekat Jabalia, tembakan Israel menewaskan seorang anak berusia tiga tahun bernama Yahya Al-Malahi. Hal itu diungkapkan otoritas kesehatan setempat dan keluarganya.Militer Israel belum memberikan komentar langsung terkait kedua insiden tersebut.Namun, di Gaza utara, militer Israel menyatakan telah menewaskan seorang pria yang mendekati garis gencatan senjata dengan Hamas, yang disebut sebagai militan bersenjata. Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi adanya korban tewas di wilayah tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.Gencatan senjata yang dimulai pada Oktober lalu menghentikan dua tahun perang besar. Namun, pasukan Israel masih menguasai lebih dari separuh wilayah Gaza yang kini hampir tidak berpenghuni, sementara Hamas tetap berkuasa di wilayah pesisir yang sempit.Sejak Oktober, Israel meningkatkan serangan terhadap polisi dan aparat keamanan yang dipimpin Hamas, menewaskan puluhan orang. Pejabat Hamas di Gaza kepada Reuters menuding Israel berupaya menciptakan kekacauan dan anarki.Di sisi lain, Israel menyatakan langkah tersebut bertujuan mencegah serangan dari Hamas dan kelompok militan lainnya.Lebih dari 750 warga Palestina dilaporkan tewas sejak gencatan senjata berlaku, sementara kelompok militan menewaskan empat tentara Israel. Kedua pihak saling menyalahkan atas pelanggaran kesepakatan.Warga Palestina juga menuduh Israel memperluas wilayah yang mereka kuasai, namun tuduhan tersebut dibantah oleh pihak Israel.