Ilustrasi angkot Jak Lingko. Foto: Instagram/@regensilalahiGubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti praktik angkutan kota (angkot) yang kerap ngetem dan memicu kemacetan di sejumlah titik ibu kota.Menurut Pramono, salah satu penyebab kemacetan di tingkat jalan lingkungan adalah kebiasaan angkot berhenti terlalu lama untuk menunggu penumpang.“Kalau ngetem terlalu lama itu yang menyebabkan kemacetan, apalagi kalau kemudian ada pungli dan macam-macam. Itu yang akan kami lakukan pembenahan,” ujar Pramono usai menghadiri Town Hall Meeting 2026 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (15/4).Sebagai solusi, Pemprov DKI Jakarta, berencana menambah armada transportasi umum seperti Mikrotrans agar mobilitas warga lebih lancar dan tidak bergantung pada angkot konvensional yang kerap ngetem.“Kami akan segera mempersiapkan penambahan armada supaya arus transportasi di tingkat paling bawah di masyarakat berjalan lebih baik,” jelasnya.Pram juga menegaskan bahwa sistem transportasi umum di Jakarta saat ini telah dikelola secara transparan, bahkan dinilai lebih baik dibandingkan daerah lain.“Untuk Mikrotrans maupun JakLingko kan sebenarnya sudah sangat transparan. Enggak ada daerah yang seperti Jakarta yang pengelolaannya transparan, apalagi digratiskan,” katanya.