Cegah Manipulasi AI, Pramono Anung Batasi Akses Upload di JAKI

Wait 5 sec.

Gubernur Pramono Anung usai acara Intimate Dialogue: Kota Tua Update di Balairung, Balaikota DKI Jakarta (9/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparanGubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, ia tak ingin kasus manipulasi laporan kerja PPSU menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, kembali terulang di wilayah lain.Hal itu disampaikan Pram usai menghadiri Town Hall Meeting 2026 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (15/4).Pram mengatakan, kejadian tersebut telah mencoreng wajah Jakarta dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.“Setelah kami dalami berbagai persoalan, termasuk yang di Kalisari, memang itu betul-betul mencoreng wajah Jakarta. Saya tidak mau itu terulang kembali,” ujar Pram.Pramono menekankan, ke depan tidak boleh ada lagi praktik kerja yang hanya bertujuan menyenangkan atasan, tanpa realisasi nyata di lapangan.“Tidak boleh lagi hanya sekadar memberikan atau menyenangkan pimpinan, tetapi kerja riil di lapangan,” tegasnya.Sistem Diperbaiki, Upload Hanya oleh yang BerwenangViral penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Pasar Rebo, Jakarta Timur, dalam menanggapi laporan warga melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Foto: ANTARA/Dokumentasi Pribadi (M)Sebagai langkah perbaikan, Pemprov DKI Jakarta akan membenahi sistem pelaporan kinerja PPSU, termasuk mekanisme pengunggahan laporan ke aplikasi JAKI.Menurut Pramono, hanya pihak yang berwenang yang diperbolehkan mengunggah laporan, guna mencegah manipulasi data seperti yang terjadi sebelumnya.“Yang berhak menguploadlah yang boleh mengupload (laporan ke JAKI). Makanya sistemnya diperbaiki,” jelasnya.Pram juga menegaskan bahwa masukan, kritik, dan saran dari warga menjadi hal penting dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan.“Masukan, pendapat, saran, kritik dari warga Jakarta adalah modal bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan diri,” kata Pram.