Tim Content Intelligent kumparan memberikan sample tangkapan Ikan Sapu-Sapu dari Ciliwung dan beberapa makanan Siomay yang dibeli secara acak di kawasan Jaksel di Lab FMIPA Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (6/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanPresident Indonesian Chef Association (ICA), Chef Susanto, mengatakan, karakter rasa dari ikan sapu-sapu yang khas dan sangat amis dapat dengan mudah kita bedakan. Bagaimana cara membedakannya?Ikan sapu-sapu ternyata menjadi sumber protein bagi warga di negara Amerika Latin. Namun, menurut juru masak yang akrab disapa Chef Santo itu, ikan sapu-sapu di perairan Amerika Latin seperti di sungai Amazon dan Brasil, hidup di habitat alam yang bersih sehingga layak dikonsumsi."Ini kita berbicara di Indonesia, ikan sapu-sapu hidup di air yang tercemar bahan-bahan kimia. Makanya ikan sapu-sapu di sini tidak layak konsumsi. Terlebih sifatnya yang sangat amis, banyak orang tidak suka," terangnya saat kumparanFOOD hubungi, Minggu (19/4).Lebih lanjut, Chef Santo menjelaskan kalau di Amerika Latin, ikan sapu-sapu menjadi santapan untuk sup atau dipanggang. "Bahkan bisa untuk yang berkuah-kuah pedas begitu. Nah kalau di Indonesia sendiri memang sifat (rasa) dari ikan sapu-sapu itu, kan amisnya, aduh, kalau kata orang Sunda bilang anyir," tambahnya.Chef Susanto Santos, Presiden Indonesian Chef Association (ICA). Foto: Dok. Chef SantoChef Santo sendiri mengaku pernah melakukan eksperimen bersama timnya dalam mengolah ikan sapu-sapu Indonesia. Bau amis yang menyengat dari ikan ini, menurut Chef Santo perlu dihilangkan dengan penggunaan bumbu yang banyak, serta direndam air jeruk nipis terlebih dahulu.Kemudian Chef Santo mengungkapkan pula bahwa ikan sapu-sapu memiliki kulit yang keras dan banyak duri. "Dagingnya, tuh gak selembut ikan pada umumnya. Namun memang dengan teknik masak yang betul, bisa menjadi makanan enak," tuturnya.Karakter rasa amis yang kuat, diyakini juga oleh Chef Santo dapat menjadi ciri utama apabila sebuah makanan menggunakan bahan ikan sapu-sapu."Iya betul, kentara sekali rasa anyir-nya, dan kalau ikan sapu-sapu itu menyisakan rasa (seperti) getir di tenggorokan. Enggak enaklah di tenggorokan, tuh," pungkasnya.Tim Content Intelligent kumparan memberikan sample beberapa makanan Siomay yang dibeli secara acak di kawasan Jaksel di Lab FMIPA Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (6/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanTerkait gizi, Chef Santo kurang mengetahui lebih lanjut, selain ikan sapu-sapu memang dipercaya sebagai sumber protein bagi masyarakat di negara Brasil, Venezuela, dan lainnya.Namun perlu diingat pula, bahwa sifat ikan sapu-sapu yang rakus jika tidak ada predator yang memusnahkannya, maka ia mampu memusnahkan ekosistem ikan lain. Terlebih, ikan sapu-sapu gemar memakan telur ikan lainnya yang lama kelamaan akan memusnahkan ikan lain.Chef Santo pun menegaskan bahwa ikan sapu-sapu di Indonesia memang tidak disarankan untuk dikonsumsi. "Karena memang dibandingkan dengan manfaatnya, akan lebih banyak risikonya, mudaratnya untuk kesehatan kita," tutupnya.