Iqbaal dan para cast dalam jumpa pers film Monster Pabrik Rambut, Senin (20/4/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparanAktor Iqbaal Ramadhan merambah peran di balik layar sebagai Produser Eksekutif melalui film Monster Pabrik Rambut, produksi Palari Films. Keputusan ini diambil Iqbaal karena keterikatannya dengan isu eksploitasi yang menjadi tema sentral.Ia mengaku telah lama menyimpan keresahan terhadap sistem kerja yang dianggapnya tidak memanusiakan manusia."Saya pribadi punya kedekatan yang gede banget gitu sama sistem pekerjaan yang eksploitatif dan juga abusif gitu. Bekerja di industri ini dari saya waktu umur 9 tahun, saya enggak bilang semua pengalaman saya menyeramkan, tapi di perjalanan karir saya ada aja tuh ketemu situasi pekerjaan yang kayaknya ini sangat tidak manusiawi ya," ungkap Iqbaal di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (20/4).Baginya, isu ini bersifat universal dan ia temukan di berbagai lingkaran, bukan hanya di dunia hiburan. Iqbaal bercerita, rekan-rekannya banyak yang harus selalu 'siaga' meski di waktu libur."Saya punya teman seorang kontraktor, dia sempat merasakan bagaimana bosnya weekend aja tuh tetap diteror. Saat dia lagi makan malam bersama pacar aja dia tetap harus standby untuk melaksanakan pekerjaan," tutur Iqbaal.Tak hanya di dunia konstruksi, Iqbaal juga menyoroti tekanan di industri makanan (F&B) dan agensi kreatif. Ia melihat bagaimana atasan sering memanfaatkan bawahan demi keuntungan sepihak."Pemimpinnya ini justru mengecilkan dia dan menggunakan kelebihannya dalam rasa penasarannya yang tinggi untuk hal yang hanya menguntungkan pemimpinnya ini," jelas Iqbaal.Iqbaal dan para cast dalam jumpa pers film Monster Pabrik Rambut, Senin (20/4/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparanKisah yang paling menyentuh bagi Iqbaal adalah fenomena serangan panik (panic attack) yang dialami pekerja agensi sesaat sebelum memulai kerja. Ia merasa horor psikis seperti ini sangat nyata di Indonesia."Ada sepupu saya kerja di agensi, temannya itu bisa nangis di kamar mandi, panic attack dulu sampai bosnya datang. Begitu bosnya datang, dia sudah bersih dan bekerja sepanjang hari menghadapi si bosnya ini," cerita Iqbaal.Berangkat keresahan ini, Iqbaal merasa medium film horor adalah cara paling efektif untuk menyuarakan kritik tersebut."Ini bisa jadi hal yang dekat juga untuk teman-teman penonton film Indonesia. Yang bikin horor adalah karena kita sudah sangat menormalisasi overwork ini. Kedekatan itu yang akhirnya saya pengin bikin," tegas Iqbaal.Percaya dengan Palari FilmsIqbaal dan para cast dalam jumpa pers film Monster Pabrik Rambut, Senin (20/4/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparanSelain cerita, faktor Palari Films menjadi alasan kedua. Iqbaal merasa nyaman bekerja dengan tim yang sudah ia kenal baik secara personal maupun profesional."Monster Pabrik Rambut adalah kolaborasi kedua saya pribadi sama Palari, usai di Ali dan Ratu-Ratu Queens tahun 2020. Karena memang isinya kawan-kawan dekat semuanya, jadi ya sudah kita gas," ujarnya.Melalui peran ini, Iqbaal berharap film Indonesia bisa terus menawarkan sesuatu yang segar dan berani."Semoga harapannya itu tadi ya, bisa menawarkan tawaran baru gitu untuk perfilman Indonesia," tutup Iqbaal.Monster Pabrik Rambut mengikuti kisah Putri (Rachel Amanda). Dia terpaksa bekerja di pabrik untuk melunasi utang ibunya, yang dikabarkan bunuh diri.Sementara adiknya, Ida (Lutesha), yakin ibu mereka meninggal karena hal-hal mistis yang ada di pabrik. Saat Putri dan Ida mulai bekerja siang malam di pabrik, mereka tidak hanya mendengar, namun mulai menyaksikan kejadian-kejadian aneh yang menimpa para pekerja.Setelah tayang di Berlinale Film Festival, Monster Pabrik Rambut siap tayang pada 4 Juni di bioskop Indonesia.