5 Berita Populer: Kasus Penggelapan Fuji; Pesan Politik di Panggung Coachella

Wait 5 sec.

Fuji Utami di Polres Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanKasus penggelapan dana yang menyeret mantan admin media sosial Fuji menjadi berita populer hari Senin (20/4).Selain itu, fenomena pesan politik di panggung Coachella 2026 juga menjadi sorotan. Berikut adalah rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.1. Tak Berharap Uang Kembali, Fuji: Aku Pengin Dia Dihukum Seadil-adilnyaFuji Utami dan kuasa hukumnya, Sandy Arifin, di Polres Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanFuji Utami Putri tampaknya tak main-main dalam menindaklanjuti kasus penggelapan dana yang dilakukan oleh mantan admin media sosialnya. Adik mendiang Vanessa Angel ini mengaku bersyukur laporannya terus berproses dan berharap sang terlapor bisa segera ditetapkan sebagai tersangka.Fuji juga menegaskan bahwa ia tak berharap uangnya kembali, melainkan hanya ingin keadilan ditegakkan. "Aku pengin dia dihukum seadil-adilnya sih karena apa yang sudah dia perlakuan sama aku tuh menurut aku sudah kelewatan banget, bukan sekadar uang doang soalnya," tegas Fuji.Fuji bahkan menyatakan siap menghadapi proses persidangan, menunjukkan betapa seriusnya ia menyikapi masalah ini. Ia juga mempertanyakan motif di balik tindakan admin tersebut, mengingat gaji yang diberikan sudah lebih dari cukup. "Sebenarnya gaji dia juga udah oke, tapi dia memilih untuk menggelapkan dana. Kenapa? Kurangnya dari mana? Ternyata ya emang kayaknya nggak ada puasnya aja gitu loh," tambahnya. Kasus ini bermula pada 2025 ketika Fuji melaporkan dugaan penggelapan dana endorsement ke Polres Jakarta Selatan, dan hingga kini proses penyidikan masih terus berlanjut.2. Pengacara Sebut Yulia Baltschun Depresi Usai sang Suami Kembali SelingkuhMantan juara 3 MasterChef Indonesia season 4, Yulia Baltschun. Foto: Dok. Instagram @yuliabaltschunDrama rumah tangga selebriti memang selalu jadi sorotan, dan kali ini datang dari Yulia Baltschun. Pelatih kebugaran ini kini tengah dirundung duka mendalam setelah suaminya, Scot Humphreys, kembali mengakui perselingkuhan.Peristiwa ini bukan yang pertama kali, dan jelas sangat melukai Yulia, yang sempat berharap pernikahannya bisa kembali membaik setelah cobaan sebelumnya. "Kamu menghancurkan hatiku begitu dalam, sampai sekarang bahkan bernapas terasa asing," curhat Yulia di media sosialnya, menggambarkan betapa terpukulnya ia.Pengacara Yulia, Axl Mattew, mengonfirmasi bahwa kliennya kini mengalami depresi akibat tekanan dari masalah rumah tangganya. Sebagai seorang publik figur dengan reputasi baik, perselingkuhan yang berulang ini tentu menjadi pukulan berat bagi Yulia.Meskipun begitu, Yulia dan Scot masih menjalani couple therapy untuk mencari jalan keluar, namun langkah selanjutnya terkait status rumah tangga mereka masih akan ditentukan setelah sesi tersebut. Kisah Yulia ini menjadi pengingat pahit tentang lika-liku dalam sebuah hubungan yang diuji oleh pengkhianatan.3. Konser Bukan Lagi Sekadar Hiburan: Coachella 2026 dan Ledakan Pesan PolitikSuasana Coachella 2026. Foto: Frazer Harrison/Getty Images/AFPFestival musik kini bukan lagi sekadar ajang hura-hura, melainkan panggung untuk menyuarakan kritik sosial dan politik. Hal ini dibuktikan oleh The Strokes di Coachella 2026. Band rock asal New York itu menutup penampilan mereka dengan montage visual yang menggemparkan, menampilkan rekaman perang di Iran dan Gaza, serta narasi yang mengkritik intervensi politik Amerika Serikat. Frontman Julian Casablancas berulang kali menyanyikan lirik 'What side you standing on?', menegaskan pesan politis yang deep kepada para penonton.Momen iconic ini tidak hanya menyoroti konflik terkini, tetapi juga mengingatkan pada sejarah peran CIA di berbagai pergantian rezim. Aksi ini langsung trending dan menjadi salah satu highlight paling banyak dibicarakan di Coachella tahun ini. The Strokes, yang dikenal sebagai pelopor garage rock revival, kini menunjukkan sisi lain sebagai musisi yang berani sound off di panggung global. Ini membuktikan bahwa musik memiliki kekuatan untuk menjadi medium aktivisme.Fenomena ini bukan hal baru. Banyak musisi global lainnya yang menggunakan panggung mereka untuk solidaritas Palestina atau mengkritik kebijakan perang. Sebut saja trio hip-hop Irlandia, Kneecap, yang bahkan sempat berurusan dengan UU Terorisme karena pesan pro-Palestina mereka. Rapper Macklemore dan penyanyi Dua Lipa juga tak ragu menyuarakan dukungan, sementara musisi Inggris Bob Vylan menghadapi kecaman setelah menyerukan 'Mati, matilah IDF' di Festival Glastonbury. Konser kini telah bertransformasi menjadi ruang pernyataan, bahkan konfrontasi yang powerful.4. Ibunda Vidi Aldiano Bersyukur Lihat Ketegaran Sheila DaraAktris Sheila Dara berpose usai meraih penghargaan Pemeran Utama Perempuan Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2025 di Jakarta, Kamis (20/11/2025). Foto: ANTARA FOTO/Putra M. AkbarKehilangan sosok tercinta memang bukan hal mudah, namun ketegaran Sheila Dara setelah kepergian sang suami, Vidi Aldiano, menuai banyak simpati. Ibunda Vidi, Besbarini, mengungkapkan rasa syukurnya memiliki menantu seperti Sheila yang begitu tegar. "Alhamdulillah Sheila sudah siap untuk menerima kondisi ini. Karena memang dari awal Sheila sudah tahu kondisinya," ujar Besbarini, yang merasa sangat bahagia melihat Sheila bisa kembali tersenyum dan menata diri.Support system yang baik juga terlihat dari kedekatan Sheila dengan keluarga Dion Wiyoko, di mana ia terlihat ceria saat berinteraksi dengan anak-anak. Besbarini tak heran, karena Sheila memang dikenal suka anak-anak.Belum lama ini, keluarga Vidi juga menggelar acara 40 harian yang berlangsung khidmat dan megah, berkat dukungan rekan-rekan Vidi seperti Anne Avantie.Acara yang dihadiri ratusan penggemar baik secara langsung maupun virtual ini menjadi momen perpisahan dan doa bersama untuk Vidi, yang berjuang melawan kanker ginjal selama hampir tujuh tahun sebelum meninggal dunia pada 7 Maret.5. Mantan Admin Media Sosial Fuji Akui soal Penggelapan, Akan Segera DimediasiFuji Utami dan kuasa hukumnya, Sandy Arifin, di Polres Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanUpdate terbaru dari kasus penggelapan dana yang menyeret nama Fuji Utami Putri akhirnya terungkap. Kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, mengonfirmasi bahwa mantan admin media sosial yang menjadi terlapor kini telah mengakui perbuatannya.Selain itu, jumlah kerugian yang dialami Fuji juga sudah berhasil dihitung, meskipun angkanya belum bisa dipublikasikan. Ini tentu menjadi progress signifikan dalam penanganan kasus yang sempat ramai diperbincangkan ini.Polisi akan mengarahkan terlapor untuk melakukan mediasi dengan Fuji dalam waktu dekat. Proses mediasi ini diharapkan menjadi jembatan untuk menemukan titik terang.Sandy juga membenarkan bahwa laporan sudah naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan, artinya kasus ini semakin serius. Fuji sendiri menyambut baik perkembangan ini, berharap sang mantan admin segera ditetapkan sebagai tersangka dan menerima hukuman yang seadil-adilnya. Ia merasa perlakuan terlapor sudah kelewat batas, bukan hanya sekadar masalah uang semata. Kasus ini berawal dari dugaan penyelewengan dana endorsement yang tak dilaporkan kepada Fuji, dan kini proses hukumnya terus bergulir.