Populer: Trump Ancam Pecat Powell; Purbaya Proyeksi Defisit APBN Turun ke 2,8%

Wait 5 sec.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang disiarkan televisi terkait konflik Timur Tengah dari Cross Hall, White House (1/4/2026). Foto: Alex Brandon / POOL / AFPPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam memecat Ketua The Fed Jerome Powell menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (16/4). Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memprediksi defisit APBN turun ke 2,8 persen terhadap PDB juga banyak dibaca. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Trump Ancam Akan Pecat Ketua Fed Jerome Powell Kalau Masih Menjabat pada 15 MeiPresiden AS kembali mengancam Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, menegaskan akan memecatnya jika masih menjabat melebihi tanggal 15 Mei. Ancaman ini datang meskipun Powell sebelumnya menyatakan tidak akan meninggalkan jabatannya sebagai Gubernur The Fed sampai penyelidikan Kementerian Kehakiman yang melibatkannya selesai dengan transparansi. Masa jabatan Powell sebagai Gubernur The Fed sendiri baru akan berakhir pada 2028, namun sangat jarang bagi mantan ketua The Fed untuk tetap berada di dewan direksi setelah tak lagi menjabat sebagai ketua.Presiden AS Donald Trump berbincang dengan Ketua Federal Reserve Jerome Powell saat meninjau renovasi gedung Dewan Federal Reserve di Washington, D.C., AS, pada 24 Juli 2025. Foto: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFPKetidakpuasan Trump terhadap Powell selama setahun terakhir berpusat pada kegagalan Powell memotong suku bunga secara lebih agresif. Pemerintahan Trump secara sistematis menargetkan independensi The Fed, bahkan menginisiasi penyelidikan terhadap Powell terkait pembengkakan biaya renovasi bank sentral. Sebagai pengganti, Trump telah menunjuk mantan bankir Kevin Warsh, yang dijadwalkan mengikuti sidang konfirmasi di hadapan Komite Perbankan Senat pada Selasa (21/4) minggu depan.Namun, pencalonan Warsh menghadapi tentangan berat dari beberapa anggota parlemen yang mengkritik penyelidikan Kementerian Kehakiman sebagai tekanan politik terhadap bank sentral. Anggota Partai Republik Thom Tillis bahkan berjanji menunda penunjukan Warsh selama penyelidikan belum selesai. Purbaya Sebut Defisit APBN 2026 Berpotensi Turun ke 2,8 Persen PDBMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Peninsula Hotel New York, pada Senin (13/4). Foto: Dok. Kementerian KeuanganMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa defisit APBN 2026 berpotensi turun menjadi sekitar 2,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dari perkiraan awal 2,9 persen. Informasi ini disampaikan Purbaya dalam pertemuannya dengan lembaga pemeringkat global Standard & Poor’s (S&P) di Washington DC pada Selasa (14/4), di mana S&P menanggapi dengan sangat positif indikasi penurunan ini.Selain itu, S&P juga mencermati perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya pada triwulan keempat yang dinilai lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya. Indikator awal saat ini menunjukkan bahwa semua aktivitas ekonomi sudah membaik, menjadi salah satu alasan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level investment grade, yakni BBB dengan outlook stabil.Meskipun demikian, S&P memberikan catatan terkait rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan yang berada di atas 15 persen, yang perlu terus dipantau. Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memonitor dan memastikan keadaan ekonomi tetap baik serta menjaga fiskal. Pihak S&P rencananya akan mengunjungi Indonesia pada Juni 2026 untuk melakukan penilaian menyeluruh terhadap kondisi fiskal perekonomian.