Dua pelaku pembunuhan Nus Kei di Rutan Polda Maluku. Foto: Polda MalukuPolisi resmi menahan pelaku pembunuhan Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, berinisial HR (28) dan FU (36).Dalam foto yang dirilis polisi, tampak kedua pelaku mengenakan kaus berwarna hitam dan putih dengan kondisi tangan diborgol. Selanjutnya, polisi memasukkan mereka ke tahanan.“Seluruh tahapan dilakukan sesuai prosedur, mulai dari penyelidikan, penyidikan, penetapan tersangka, hingga upaya paksa berupa penangkapan dan penahanan,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, lewat keterangannya, Selasa (21/4).Saat ini, penyidik terus melakukan pemeriksaan lanjutan serta melengkapi administrasi dan alat bukti guna memperkuat berkas perkara sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.Dalam perkara ini, kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni:Pasal 459 KUHP (UU No. 1 Tahun 2023) tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun;Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.Musda Golkar Malra DitundaSekretaris DPD I Golkar Maluku, Anos Yermias, mengatakan Musda Golkar Maluku ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Penundaan dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Nus Kei.“Mestinya Musda tanggal 23 April. Karena kondisi kemarin, maka Musda ditunda,” kata Anos saat dikonfirmasi, Senin (20/4).Ia menambahkan, hingga kini belum ada kepastian terkait jadwal pelaksanaan ulang Musda tersebut.“Penundaan sampai ada pemberitahuan berikutnya,” ujarnya.Menurut Anos, kehadiran Nus Kei di Langgur juga berkaitan dengan agenda Musda. Bahkan, korban disebut akan ikut mencalonkan diri sebagai Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara.“Korban dipastikan juga maju, tapi belum pasti siapa saja yang akan maju selain korban. Sebab, sampai saat ini belum buka pendaftaran oleh DPD di sana,” jelasnya.Anos menegaskan, penundaan Musda merupakan keputusan bersama sebagai bentuk duka dan penghormatan kepada almarhum.“Intinya, penundaan itu karena Ketua DPD meninggal. Otomatis Musda Golkar Malra ditunda sebagai bentuk menghormati almarhum,” tutupnya.