Berlokasi di Jalan KH Hasyim Ashari, Situ Cipondoh dibangun pada sekitar 1930-an pada masa pemerintahan kolonial Belanda sebagai danau buatan dengan fungsi utama mendukung kebutuhan masyarakat. Keberadaan Situ Cipondoh sejak awal diarahkan untuk mengairi lahan persawahan, menampung limpahan dari daerah aliran sungai, serta menjadi cadangan air saat musim kemarau. Seiring perkembangan wilayah, fungsi Situ Cipondoh mengalami perubahan. Selain tetap berperan sebagai pengendali banjir bagi kawasan sekitar, seperti Batuceper dan Cipondoh, area ini kini berkembang menjadi ruang terbuka yang dimanfaatkan warga untuk beraktivitas dan berwisata. Keunggulan utama Situ Cipondoh terletak pada lokasinya yang berada di tengah kota dengan suasana relatif tenang. Lanskap air yang luas dipadukan dengan ruang hijau menjadikannya pilihan bagi masyarakat untuk melepas penat tanpa harus bepergian jauh. Transformasi dari waduk irigasi menjadi destinasi wisata lokal menunjukkan peran adaptif kawasan ini dalam memenuhi kebutuhan lingkungan sekaligus sosial masyarakat. Pada sore hari, Situ Cipondoh ramai dikunjungi warga yang ingin menikmati pemandangan matahari terbenam. Permukaan air yang tenang menghadirkan panorama dengan daya tarik tersendiri.