Kuasa hukum dan juru bicara manajemen Rossa Natalia Rusli dan M. Ikhsan Tualeka, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanPenyanyi Rossa telah melaporkan dugaan fitnah, penyebaran hoaks, dan pencemaran nama baik yang menimpanya di media sosial. Ia melaporkan 78 akun media sosial ke Bareskrim Polri.Perwakilan dari tim kuasa hukum Rossa, Ikhsan Tualeka, menilai bahwa konten yang disebarkan oleh akun-akun tersebut telah menyebabkan kondisi psikologis kliennya terganggu."Tentu saja secara mental, secara psikis siapapun pasti terganggu. Bayangkan Anda bangun pagi, Anda lihat scroll di media sosial ada banyak konten yang kemudian memfitnah Anda," ujar Ikhsan Tualeka.Rossa saat berkunjung ke kumparan, Senin (22/7/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanIkhsan menyebut Rossa merasa tersakiti ketika melihat hasil kerja kerasnya selama puluhan tahun coba diruntuhkan oleh konten manipulatif."Membuat konten yang manipulatif tentang Anda. Pasti siapapun, apalagi seorang yang telah membangun karirnya cukup lama selama hampir 30 tahun, pasti secara psikologis beliau terganggu," tutur Ikhsan.Konser Here I Am Rossa di Malaysia. Foto: Dok. Manajemen RossaIkhsan menambahkan, pelaporan ini jadi bentuk edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial."Nah karena itu, proses hukum yang sedang kami lakukan bukan hanya memastikan tidak lagi ada upaya atau tindakan seperti itu, tapi juga memberi pembelajaran bahwa cukup Teh Oca sebagai seorang pekerja seni, sebagai insan kreatif yang mendapatkan situasi tidak menguntungkan ini," tegas Ikhsan.Rossa Merasa Tanggung JawabRossa sendiri mengungkap bahwa laporan pihaknya didasari rasa tanggung jawab sebagai publik figur yang memiliki pengaruh."Kebetulan saya mungkin punya vokal, ya, bisa berbicara untuk banyak orang, meski mungkin orang-orang berpikir 'ih kenapa ya?' misalnya gitu," ungkap Rossa dengan tenang.Rossa saat berkunjung ke kumparan, Senin (22/7/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanPelantun lagu Tegar itu memastikan langkah ini diambil dengan kepala dingin dan sebagai bentuk kedewasaan dalam menghadapi konflik."Tapi saya dan teman-teman berpikir bahwa ya kita udah dewasa semua ya. Jadi kita mungkin harus bersikap seperti orang dewasa gitu," tutur Rossa.Rossa berharap laporan ini bisa membawa manfaat yang lebih luas, sebagai perlindungan di ekosistem media sosial di Indonesia."Jadi apa yang memang bisa kami lakukan, bukan hanya untuk kepentingan kita pribadi, tapi juga mudah-mudahan bermanfaat buat banyak orang juga," tutup Rossa.