Upaya Pencegahan Diperkuat, Kukar Dorong Edukasi dan Sistem Perlindungan Anak

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memperkuat langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui pendekatan edukatif dan penguatan sistem perlindungan di tingkat masyarakat.Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menunjukkan masih adanya kasus kekerasan yang terjadi sepanjang 2024. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk tidak hanya fokus pada penanganan, tetapi juga pencegahan sejak dini.Anggota DPRD Kukar, Hairendra, menilai bahwa edukasi kepada masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisir potensi terjadinya kekerasan. Menurutnya, pemahaman tentang batasan, perlindungan diri, serta peran lingkungan sekitar perlu ditanamkan sejak usia dini. “Edukasi harus dimulai dari keluarga dan sekolah. Anak-anak perlu dibekali pengetahuan agar bisa mengenali dan menghindari potensi kekerasan,” jelas Hairendra, pada Selasa (14/4/2026). Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan sistem pelaporan yang mudah diakses masyarakat. Dengan adanya mekanisme pelaporan yang cepat dan responsif, diharapkan setiap kasus dapat segera ditangani tanpa adanya keterlambatan.Selain itu, peran lingkungan seperti RT, sekolah, dan tokoh masyarakat dinilai sangat strategis dalam menciptakan ruang aman. Lingkungan yang peduli dan responsif diyakini mampu menjadi benteng pertama dalam mencegah terjadinya kekerasan.“Kalau lingkungan aktif dan peduli, potensi kejadian bisa ditekan. Jadi bukan hanya tugas pemerintah, tapi semua elemen harus terlibat,” tambahnya.Ke depan, diharapkan adanya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta masyarakat dalam membangun sistem perlindungan yang lebih kuat, sehingga perempuan dan anak di Kukar dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terlindungi. (*)