RSHS Nonaktifkan Perawat Usai Insiden Bayi Nyaris Dibawa Orang Lain

Wait 5 sec.

RSHS Bandung sediakan ruang isolasi bagi suspect virus corona. Foto: kumparanRumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menonaktifkan sementara perawat yang terlibat dalam insiden bayi milik Nina Saleha yang sempat nyaris dibawa orang tak dikenal. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi internal atas kejadian yang menuai sorotan publik.Direktur Utama RSHS, dr. H. Rachim Dinata Marsidi, Sp.B., FINACS., M.Kes, mengatakan keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan.“Dalam kaitannya dengan petugas kami, kami telah nonaktifkan yang bersangkutan,” ujar Rachim dalam pernyataan resminya, Jumat (17/4).Direktur Utama RSHS Bandung Rachim Dinata Marsidi dalam konfesensi pers mengenai berbagai kasus terkait tenaga medis di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta Selatan, Senin (21/4/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan Ia menegaskan, selain penonaktifan, pihak rumah sakit juga telah melaporkan insiden ini kepada Kementerian Kesehatan serta instansi terkait lainnya untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut.Menurutnya, RSHS terbuka terhadap arahan dan masukan dari berbagai pihak guna meningkatkan standar pelayanan, khususnya dalam aspek keselamatan pasien.“Kami sangat terbuka untuk arahan lebih lanjut demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit,” katanya.Sekilas KejadianKasus ini bermula saat proses pemulangan bayi pada 8 April 2026 di ruang NHCU, di mana terjadi kekeliruan penyerahan bayi oleh petugas kepada orang tua pasien lain. Pihak rumah sakit menyebut kejadian itu dipicu oleh distraksi saat petugas menjalankan tugas.Meski bayi tersebut segera diambil kembali dan diserahkan kepada ibu kandungnya, insiden ini memicu kekhawatiran publik setelah video keluhan dari keluarga pasien beredar di media sosial.Sempat Diselesaikan, Kini Berlanjut ke Ranah HukumRSHS menyatakan telah melakukan klarifikasi langsung dengan pihak keluarga sehari setelah kejadian. Dalam pertemuan tersebut, rumah sakit menilai persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan.Namun, kasus ini terus berkembang setelah ibu korban menempuh jalur hukum dan melaporkan dugaan percobaan penculikan ke Polda Jawa Barat.