Ilustrasi anak stunting. Foto: Shutter StockMoms, stunting masih menjadi perhatian besar di Indonesia. Selama ini, banyak orang mengira stunting hanya berdampak pada tinggi badan anak.Padahal, kondisi ini juga bisa memengaruhi perkembangan otak dan kemampuan belajar si kecil.Tak hanya itu, anak dengan stunting sering kali juga mengalami kekurangan asupan kalori dan anemia.Kombinasi inilah yang diam-diam berdampak pada kemampuan anak dalam menangkap dan mengolah informasi sehari-hari.Dampak Stunting bagi Working Memory AnakIlustrasi anak stunting. Foto: Kevin Herbian/ShutterstockStunting erat kaitannya dengan working memory atau daya tangkap anak. Kemampuan ini penting karena berperan dalam proses belajar, seperti memahami pelajaran, mengingat instruksi, hingga menyelesaikan masalah.Mantan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek SpM (K), mengungkapkan bahwa hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kemampuan kognitif pada anak dengan kondisi tersebut.“Selama ini kita selalu bicara stunting, tapi sebenarnya ada juga working memory yang harus diperhatikan. Dalam penelitian ini terbukti, anak dengan stunting yang intake kalorinya rendah dan mengalami anemia, daya tangkapnya menurun dibandingkan anak yang sehat,” ujar Prof. Nila saat acara IHDC, Kamis (15/4).Menurutnya, beberapa faktor seperti anemia dan kurangnya asupan kalori masih bisa diperbaiki untuk membantu meningkatkan kemampuan anak. Namun, berbeda dengan stunting yang sudah terjadi dalam waktu lama.“Anemia bisa diatasi, begitu juga intake kalori bisa diperbaiki. Tapi kalau stunting sudah lebih dari 2 tahun, agak sulit,” tambahnya.Meski begitu, upaya perbaikan tetap penting dilakukan agar kemampuan anak bisa lebih optimal. Prof. Nila juga menekankan bahwa perhatian tidak hanya diberikan pada anak stunting, tetapi seluruh anak, terutama sekolah dasar.Selain asupan gizi, stimulasi dari lingkungan juga berperan besar dalam perkembangan otak anak. Stimulasi ini membantu membuka kemampuan otak sehingga anak memiliki bekal yang cukup untuk belajar dan berkembang.“Stimulasi itu perlu untuk membuka kemampuan otak kita, supaya kita punya simpanan untuk kepandaian,” tutupnya.