Desa Timbulsloko di Sayung, Demak, Jawa Tengah kembali terendam banjir rob (pasang surut) ekstrem pada Sabtu 18 April 2026. Wilayah daratan yang dulunya mayoritas, kini menjadi lautan akibat penurunan tanah dan kenaikan muka air laut setinggi 25 cm per tahun. Situasi ini sudah terjadi sejak 2014, wilayah yang dulunya pemukiman dan sawah kini berubah total menjadi perairan. Penurunan tanah (land subsidence), kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim, dan kurang maksimalnya mitigasi/infrastruktur pertahanan pesisir menjadi beberapa penyebab semakin tenggelamnya Desa Timbulsloko di Sayung, Demak, Jawa Tengah. Kondisi ini menjadi cermin nyata dampak krisis iklim dan penurunan tanah yang melanda pesisir utara Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Sebagian besar warga mengungsi meninggalkan rumah mereka karena rusak berat dan tenggelam. Sementara, warga yang bertahan beradaptasi dengan meninggikan rumah, membangun jembatan kayu secara swadaya, atau mendirikan rumah panggung.