Jangan Tunggu Anemia! Ini Alasan Zat Besi Harus Dipenuhi Sejak Dini

Wait 5 sec.

Jangan Tunggu Anemia, Ini Alasan Zat Besi Harus Dipenuhi Sejak Dini. Foto: ShutterstockTak sedikit orang tua masih menganggap zat besi hanya berkaitan dengan anemia atau kadar hemoglobin (HB) yang rendah. Padahal, menurut Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi, dr. Lucky Yogasatria Sp.A, peran zat besi jauh lebih luas dari itu, terutama dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.Kata dr. Lucky, kebutuhan anak terbagi menjadi dua, yaitu makronutrisi dan mikronutrisi. Makronutrisi meliputi protein, karbohidrat, dan lemak yang dibutuhkan dalam jumlah besar. Sementara mikronutrisi, meski dibutuhkan dalam jumlah lebih kecil, tetap sangat penting.Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi, dr. Lucky Yogasatria Sp.A di Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan“Contohnya vitamin A, B, C, D, E, sampai K, lalu ada zat besi, ada zinc, ada iodium, itu semua perlu,” ucapnya dalam acara peluncuran kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas di Jakarta Selatan, Selasa (14/4).Zat Besi Bukan Sekadar Cegah AnemiaDi antara berbagai mikronutrisi tersebut, zat besi menjadi salah satu yang sangat direkomendasikan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahkan menempatkan vitamin D, zat besi, dan vitamin A sebagai tiga nutrisi utama yang perlu diperhatikan pada anak.Namun sayangnya, banyak orang tua baru mulai sadar pentingnya zat besi ketika anak sudah mengalami anemia. Padahal, anemia bukan kondisi yang muncul secara tiba-tiba. Itu adalah tanda bahwa tubuh sudah lama kekurangan zat besi. Artinya, pencegahan seharusnya dilakukan sejak awal, bukan menunggu gejala muncul.com-Makanan yang mengandung zat besi. Foto: Shutterstock“Padahal zat besi itu bukan cuma untuk HB aja. Dan kalau anaknya sudah anemia, artinya itu sudah melalui kekurangan yang sudah cukup lama,” ungkap dr. Lucky.Pentingnya Zat Besi di 1.000 Hari Pertama KehidupanHal ini semakin penting jika dikaitkan dengan fase seribu hari pertama kehidupan, yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Periode ini disebut sebagai fase emas karena perkembangan otak terjadi sangat pesat. Bahkan, hingga usia 2 tahun, perkembangan otak anak sudah mencapai sekitar 80 persen.Ilustrasi Anak Menyuapi Bayi Makan. Foto: ShutterstockItulah kenapa peran zat besi menjadi krusial, Moms. Nutrisi ini tidak hanya membantu pembentukan sel darah merah, tetapi juga berperan besar dalam mendukung perkembangan otak anak. Kekurangan zat besi dalam jangka panjang bisa berdampak pada kemampuan belajar, konsentrasi, hingga perkembangan kognitif anak.