BorneoFlash.com, JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengendalikan dampak kenaikan harga plastik untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas pasokan pangan.Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan Bapanas telah menggelar rapat dan menghitung dampak kenaikan harga plastik terhadap beras dan gula.Ia menjelaskan, gangguan pasokan bahan baku plastik mulai menekan pelaku usaha pangan akibat gejolak geopolitik dari pasokan minyak bumi Timur Tengah.Bapanas menghitung tambahan biaya sekitar Rp350 per kilogram untuk beras dan Rp150 per kilogram untuk gula. Bapanas memastikan harga kedua komoditas tetap stabil dalam sebulan terakhir dengan kenaikan di bawah 5 persen.Per 16 April, pasar mencatat harga beras medium di zona 1 naik tipis dari Rp12.964 menjadi Rp12.965 per kilogram. Pasar di zona 2 menaikkan harga dari Rp13.585 menjadi Rp13.622, dan zona 3 dari Rp15.056 menjadi Rp15.154 per kilogram.Pelaku pasar di wilayah barat menaikkan harga gula 2,06 persen dari Rp18.240 menjadi Rp18.615 per kilogram, sementara pelaku pasar di Indonesia timur menurunkan harga 1,22 persen dari Rp20.412 menjadi Rp20.163 per kilogram.Bapanas memperkuat koordinasi lintas kementerian untuk menahan dampak kenaikan harga plastik dan menjamin pasokan tetap aman melalui kerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.Pemerintah menyiapkan solusi jangka panjang melalui rapat lintas kementerian dan lembaga.Kementerian Perindustrian sebelumnya mempertemukan industri petrokimia hingga daur ulang plastik untuk membahas pasokan dan mitigasi. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan industri menjaga stok plastik tetap aman sambil memantau kondisi global. (*)