Harga Solar Non Subsidi Naik, Penjualan Mobil Diesel Bakal Bekas Turun 40%

Wait 5 sec.

Ilustrasi solar. Foto: brodin/ShutterstockKenaikan harga BBM diesel non subsidi diperkirakan berdampak langsung pada pasar mobil bekas. Pelaku usaha di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua mulai merasakan potensi penurunan permintaan, terutama untuk kendaraan diesel.Penggawa Lapak Mobil Peter menilai, lonjakan harga bahan bakar membuat konsumen semakin berhitung sebelum membeli mobil diesel. Kondisi ini dinilai berbeda dibandingkan dengan kenaikan harga BBM sebelumnya yang tidak terlalu signifikan.“Perkiraan saya begitu kayaknya bakal susah lagi jual mobil diesel bekas. Pasti konsumen juga enggak mau kalau bahan bakarnya naik,” ujar Peter saat dihubungi kumparan, Senin (20/4/2026).Ilustrasi solar. Foto: Andri wahyudi/ShutterstockIa menjelaskan, dampak penurunan sudah mulai terlihat dari sisi penjualan bulanan. Jika sebelumnya mobil diesel bekas masih bisa terjual beberapa unit dalam sebulan, kini angkanya mulai menyusut cukup drastis.“Wah bisa banyak perkiraan saya Kalo di mobil bekas kan kita biasanya ada stok diesel biasanya bisa jual mungkin 5 unit, ya sekarang paling sebulan cuma bisa jual 2 unit lah,” katanya.Mobil bekas di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparanMenurutnya, kondisi ini berpotensi semakin berat seiring dengan sentimen kenaikan harga BBM yang cukup tajam. Konsumen dinilai akan semakin menahan pembelian karena biaya operasional kendaraan ikut meningkat.“Mungkin perkiraan saya bisa sekitar 40 persen penurunannya. Karena baru kali ini kan BBM naiknya drastis biasanya cuma Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu. Ini kan sampai Rp 10 ribu lebih,” ujarnya.Mobil bekas di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparanDi sisi lain, tekanan terhadap mobil diesel bekas juga datang dari tren elektrifikasi yang mulai berkembang. Kehadiran mobil hybrid dan listrik perlahan menggeser minat sebagian konsumen yang sebelumnya mempertimbangkan kendaraan diesel.Dengan kondisi tersebut, pasar mobil diesel bekas diprediksi akan menghadapi tantangan ganda. Selain tekanan dari kenaikan harga BBM, perubahan preferensi konsumen juga menjadi faktor yang memengaruhi penurunan permintaan di lapangan.