Ilustrasi Buaya. Foto: Kamal15/ShutterstockSeekor buaya muara sepanjang sekitar 2,5 meter ditemukan mati terdampar di pesisir Desa Watmuri, Kecamatan Nirunmas, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Rabu (15/4) siang. Buaya itu mati ditikam oleh warga yang diterkamnya.Warga itu bernama Sefnat Lartutul (26). Ia diserang buaya saat memanah ikan bersama rekannya, Oniparis Samangun (34), pada Minggu (12/4) dini hari sekitar pukul 00.30 WIT.Oniparis mengatakan, saat kejadian dirinya berada sekitar 30 meter dari korban.“Saya baru panah satu ikan, tiba-tiba dengar korban teriak minta tolong. Dia bilang, ‘kaka ada buaya’ sambil melambaikan tangan di atas air,” ujar Oniparis.Mendengar teriakan itu, ia langsung bersiaga dengan senapan ikan dan berenang menuju korban. Namun, saat tiba di lokasi, kondisi Sefnat sudah mengalami luka serius.“Waktu saya sampai, korban sudah berdarah di kepala, dan tangan kirinya juga digigit. Saya langsung peluk dia dan bawa ke darat sambil minta tolong,” ungkapnya.Ilustrasi Buaya. Foto: Raven Haven/ShutterstockMeski diserang buaya, korban sempat melakukan perlawanan. Sefnat mengaku menikam buaya tersebut sebanyak empat kali menggunakan kalawai atau tombak ikan saat tangan kirinya diterkam.Teriakan korban juga memancing perhatian warga sekitar yang kemudian datang membantu proses evakuasi.Sefnat langsung dilarikan ke Puskesmas Ermyau Sormudi untuk mendapat pertolongan pertama, sebelum dirujuk ke RS PP Magretty Saumlaki.Dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka robek di bagian kepala serta patah tulang pada tangan kiri akibat serangan buaya tersebut.Sementara itu, Kapolsek Nirunmas, Ipda Victor Luturmas, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan langsung melakukan penanganan.“Kami telah mengecek kondisi korban di rumah sakit, mengambil keterangan saksi, serta melaporkan kejadian ini kepada pimpinan,” ujar Victor.Ia menambahkan, situasi di Desa Watmuri pascakejadian tetap aman dan kondusif. Meski begitu, masyarakat diminta lebih waspada saat beraktivitas di laut, terutama pada malam hari.Potensi kemunculan satwa liar seperti buaya masih menjadi ancaman di wilayah perairan tersebut.